Pencarian

Kemarau di Mahakam Ulu Bikin Sembako Langka di Long Pahangai dan Long Apari, Fraksi Gerindra Kaltim Galang Bantuan

Minggu, 16 Agustus 2026 • 10:33:01 WIB
Kemarau di Mahakam Ulu Bikin Sembako Langka di Long Pahangai dan Long Apari, Fraksi Gerindra Kaltim Galang Bantuan
Fraksi Gerindra Kaltim menggalang dana sukarela untuk warga Long Pahangai dan Long Apari yang terdampak kelangkaan sembako akibat kemarau.

SAMARINDA — Surutnya debit sungai akibat kemarau panjang membuat distribusi kebutuhan pokok di Kabupaten Mahakam Ulu terganggu. Dua kecamatan yang paling terdampak adalah Long Pahangai dan Long Apari, yang selama ini menggantungkan mobilitas dan logistik pada jalur sungai.

Kondisi itu mendorong Fraksi Partai Gerindra di DPRD se-Kalimantan Timur mengumpulkan dana secara sukarela. Penggalangan melibatkan anggota dewan dari tingkat kabupaten, kota, hingga provinsi.

Bantuan Baru Akan Disalurkan, Nilainya Masih Dihitung

Wakil Ketua I DPRD Kaltim, Ekti Imanuel, mengatakan dana yang terkumpul masih dalam proses penghitungan. Ia menyebut penggalangan masih berlangsung hingga saat ini.

“Belum (terkumpul semua). Jadi nilainya belum tahu. Tapi ini untuk anggota dewan DPRD kabupaten, kota, dan provinsi Fraksi Gerindra,” kata Ekti usai Rapat Paripurna ke-21 di DPRD Kaltim, Jumat (14/8/2026).

Rencananya, bantuan akan diserahkan oleh Ketua DPD Partai Gerindra Kaltim yang juga menjabat Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji. Penyaluran masih akan dikoordinasikan, baik langsung ke Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu maupun melalui DPC Partai Gerindra setempat.

Mengapa Long Apari dan Long Pahangai Paling Terpukul?

Ekti menjelaskan, kelangkaan sembako di Mahakam Ulu adalah persoalan musiman yang berulang setiap tahun. Saat kemarau, air sungai menyusut sehingga longboat dan speedboat kesulitan melintas.

“Memang terkait Kabupaten Mahakam Ulu ini ada dua musim. Kalau musim kemarau seperti sekarang ini, tentu sembako sangat langka karena air dangkal atau mengecil,” ujarnya.

Long Apari disebut sebagai wilayah paling ujung yang aksesnya paling sulit. Sementara dari Long Bagun menuju Long Pahangai, jalur darat sepanjang 100 kilometer juga belum mudah dilalui.

“Dari Long Bagun ke Long Pahangai itu jalan darat 100 kilometer. Dari Long Bagun ke Long Pahangai kalau musim kemarau begini, mana ada longboat. Speedboat enggak bisa lewat. Tentu harus jalan darat,” kata Ekti.

Ia menambahkan, kondisi jalan darat di kawasan tersebut saat ini masih terisolasi, membuat distribusi logistik semakin kompleks.

Bantuan Besar Tak Berarti Jika Akses Putus

Ekti menilai persoalan Mahakam Ulu tidak cukup diselesaikan hanya dengan mengirim bantuan. Efektivitas penyaluran sangat bergantung pada ketersediaan akses menuju lokasi.

“Bagaimanapun besarnya bantuan beras, bantuan LPG, dan segala macam, kalau akses untuk mendistribusikannya tidak ada, susah,” tegasnya.

Selain dari internal partai, Pemerintah Provinsi Kaltim juga telah menyiapkan bantuan. Gubernur Kaltim menginstruksikan dinas terkait untuk membantu kebutuhan beras dan LPG bagi warga Mahakam Ulu.

“Dari provinsi tentu adalah kebijakan Pak Gubernur untuk membantu Mahakam Ulu. Kemarin beliau sudah menginstruksikan lewat dinas terkait untuk membantu berupa beras dan LPG,” ujar Ekti.

Gudang Pangan Jadi Solusi Jangka Panjang

Di tengah penanganan darurat, Ekti mendorong adanya solusi permanen agar krisis distribusi tidak terus berulang. Salah satu gagasannya adalah pembangunan gudang pangan di titik strategis.

Gudang tersebut diharapkan menjadi cadangan logistik saat jalur transportasi terganggu, baik akibat sungai surut di musim kemarau maupun banjir di musim hujan. Menurut Ekti, kondisi geografis Mahakam Ulu memang memaksa masyarakat menghadapi persoalan berbeda di setiap musim.

Follow kaltimnow.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kaltim.akurasi.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks