SAMARINDA — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan zakat di Kalimantan Timur tidak lagi diukur dari besarnya dana terhimpun, melainkan dari perubahan nyata yang dirasakan para mustahik. Wakil Ketua BAZNAS RI, Zainut Tauhid Sa’adi, mendorong jajaran pengelola zakat di kabupaten dan kota untuk meluncurkan program inovatif yang menyentuh langsung masyarakat rentan.
Menurut Zainut, meski pembangunan di Kaltim melaju pesat, masih ada kantong-kantong kemiskinan yang membutuhkan intervensi. Posisi BAZNAS dinilai strategis untuk menyokong pembangunan daerah melalui pendayagunaan zakat yang tepat sasaran.
“Dalam situasi ini, BAZNAS memegang posisi strategis untuk menyokong pembangunan daerah melalui pendayagunaan zakat yang tepat sasaran,” ujarnya saat menghadiri Rakorda dan BSD Pimpinan BAZNAS se-Provinsi Kaltim di Pendopo Odah Etam, Samarinda, Rabu.
Bantuan Produktif untuk Kemandirian Ekonomi Mustahik
Zainut menggarisbawahi perlunya pergeseran paradigma dari bantuan yang bersifat konsumtif menjadi produktif. Skema penyaluran seperti ini diharapkan mampu membuka peluang kemandirian ekonomi bagi penerima manfaat, bukan sekadar memenuhi kebutuhan jangka pendek.
“Indikator utamanya adalah seberapa besar perubahan nyata yang dirasakan oleh para mustahik,” tegasnya.
Lonjakan Dana Zakat Wajib Diimbangi Tata Kelola yang Kuat
Tren positif penghimpunan zakat di Kaltim diapresiasi sebagai cerminan kepercayaan publik yang tinggi. Namun, Zainut mengingatkan bahwa lonjakan tersebut harus diimbangi penguatan kelembagaan internal yang profesional dan amanah.
Aspek validitas data, proses pengumpulan, riset, hingga pelaporan disebut sebagai fondasi yang mutunya wajib terus ditingkatkan. Hal ini penting untuk menjaga akuntabilitas di tengah meningkatnya volume dana kelolaan dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.
“Semoga pengelolaan zakat di Kaltim semakin kuat, sehingga manfaatnya kian nyata dalam mendongkrak kesejahteraan umat,” jelas Wakil Ketua BAZNAS, Zainut Tauhid.
Rakorda Hasilkan Rencana Aksi Konkret
Pertemuan yang digelar di Pendopo Odah Etam ini diharapkan melahirkan komitmen baru dan rencana aksi yang terukur. Zainut berharap seluruh jajaran BAZNAS di Kaltim mampu menerjemahkan arahan tersebut ke dalam program kerja yang aplikatif di lapangan.
Dengan penguatan tata kelola dan akurasi data, penyaluran zakat diharapkan semakin optimal dalam mendukung program pengentasan kemiskinan yang digagas pemerintah daerah.