KALIMANTAN TIMUR — Pekan lalu, dalam acara internal untuk para dealer di Las Vegas, Ford menunjukkan video berisi sketsa awal SUV kecil tersebut. Menurut laporan Automotive News yang dikutip, sketsa itu masih dalam tahap desain sangat awal dan hanya memberikan gambaran kasar soal dimensi serta proporsi kendaraan. Yang jelas, bentuknya digambarkan "boxy dan lebar", mengingatkan pada generasi pertama Ford Escape yang legendaris di era 2000-an.
Bukan Berbasis Platform EV Universal, Justru Andalkan Mesin Konvensional
Keputusan paling menarik justru datang dari platform yang digunakan. SUV ini sengaja tidak memakai Universal EV platform milik Ford, yang sebenarnya sudah disiapkan untuk menjadi basis truk pikap listrik Fathom seharga USD 30.000. Sebaliknya, model terbaru ini justru akan tersedia dalam dua pilihan powertrain: hybrid dan non-hybrid.
Strategi ini menunjukkan Ford tidak ingin menempatkan semua telur di keranjang elektrifikasi penuh. Di segmen harga USD 25.000, konsumen masih sangat sensitif terhadap harga dan infrastruktur pengisian daya, sehingga opsi hybrid menjadi kompromi yang lebih realistis untuk pasar Amerika Utara.
Posisi di Lineup: Lebih Murah dari Maverick, Bersaing dengan Trax dan Seltos
Saat ini, posisi kendaraan termurah di lineup Ford dipegang oleh pikap Maverick yang dibanderol di bawah USD 30.000. SUV baru ini akan duduk satu level di bawahnya, yang secara logis menempatkannya di segmen subkompak. Jika proporsinya benar-benar mirip Escape generasi pertama yang lebih kecil dari versi sekarang, maka pesaing langsungnya adalah Chevrolet Trax, Mazda CX-30, dan Kia Seltos.
Di segmen tersebut, harga USD 25.000 terbilang berada di tengah-tengah. Chevrolet Trax, misalnya, bisa didapatkan mulai dari sekitar USD 21.000, sementara Mazda CX-30 berada di kisaran USD 25.000 ke atas. Artinya, Ford harus pintar-pintar menyusun fitur standar agar tetap kompetitif.
Yang Belum Diketahui: Nama, Desain Final, dan Spesifikasi Mesin
Hampir semua detail penting masih menjadi misteri. Nama resmi model ini belum diumumkan, dan desain finalnya pun masih jauh dari final. Laporan menyebutkan bahwa pabrik Hermosillo Assembly Plant di Meksiko akan menjadi lokasi perakitan model ini, dengan jadwal produksi yang diharapkan dimulai pada 2029.
Yang perlu diperhatikan, informasi ini baru sebatas bocoran dari presentasi internal kepada dealer. Ford sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi. Jadi, masih ada kemungkinan besar terjadi perubahan signifikan pada desain dan spesifikasi sebelum mobil ini benar-benar diproduksi.
Mengapa SUV Murah Ini Penting untuk Ford?
Ford saat ini sedang gencar memangkas lini kendaraan penumpangnya di Amerika Utara, dengan fokus pada truk dan SUV. Namun, tanpa model entry-level yang terjangkau, merek ini berisiko kehilangan konsumen muda yang baru pertama kali membeli mobil. Kehadiran SUV seharga USD 25.000 ini adalah upaya Ford untuk tetap relevan di segmen yang selama ini menjadi gerbang masuk kepemilikan mobil baru.
Dari sisi pasar Indonesia, kabar ini menarik untuk diikuti. Jika Ford suatu saat memutuskan membawa model ini ke Tanah Air, harga Rp 400 jutaan akan menempatkannya di kelas yang sama dengan HR-V atau Corolla Cross, tetapi dengan keunggulan opsi hybrid yang semakin dicari konsumen lokal. Namun, mengingat masih ada empat tahun lagi, jangan berharap mobil ini akan meluncur cepat ke pasar Asia Tenggara.