Perang performa antara AMD dan Nvidia di lini server data center memasuki babak baru. Pekan lalu, AMD mempublikasikan proyeksi performa yang secara langsung membandingkan prosesor Epyc Venice generasi mendatang dengan CPU Nvidia Vera yang baru saja diluncurkan pada GTC Maret lalu. Hasilnya? AMD mengklaim keunggulan telak.
Klaim 3,3 Kali Lipat Berdasarkan Hitung-hitungan Rak
Dalam proyeksinya, AMD tidak sekadar membandingkan kecepatan satu chip. Mereka menghitung performa per rak dengan asumsi daya 100kW. Hasilnya, Epyc Venice disebut mampu mencapai 3,3 kali lipat performa Nvidia Vera. Angka ini bahkan masih lebih tinggi dari performa pendahulunya, Epyc Turin (2,37x) dan Intel Xeon 6980P (1,46x) jika dibandingkan dengan Vera.
Perhitungan ini mempertimbangkan jumlah inti per CPU, konsumsi daya, dan kepadatan node dalam satu rak. AMD juga mengklaim Venice akan membawa peningkatan performa dan efisiensi hingga 70 persen dibandingkan Turin, plus peningkatan kepadatan thread sebesar 30 persen.
Lompatan Arsitektur: Langsung ke 2nm, Lewati 3nm
Epyc Venice dibangun di atas arsitektur Zen 6 dan menjadi lompatan besar AMD di bidang fabrikasi. Chip ini akan diproduksi dengan proses 2nm milik TSMC, langsung melompati proses 3nm yang digunakan oleh banyak kompetitor. Dengan konfigurasi hingga 256 inti dan 512 thread, Venice menawarkan kepadatan komputasi yang jauh lebih tinggi dari Vera milik Nvidia yang hanya memiliki 88 inti dan 176 thread.
AMD yakin, jumlah inti yang besar ini akan menjadi keunggulan signifikan untuk menangani beban kerja AI agen (agentic AI) yang membutuhkan pemrosesan paralel masif.
Peringatan: Angka Ini Baru di Atas Kertas
Meski klaim AMD terdengar impresif, perlu dicatat bahwa semua proyeksi ini masih bersifat teoretis. Metodologi AMD sendiri merujuk pada hasil benchmark awal Vera yang dilakukan oleh Phoronix di kantor pusat Nvidia—sebuah pengujian dengan banyak batasan yang sudah diakui publik.
Dalam pengujian yang disetujui Nvidia tersebut, Vera disebut sebagai prosesor Arm paling mumpuni yang pernah diuji, bahkan mampu mengalahkan Intel Xeon dan AMD Epyc di sebagian besar beban kerja. Namun, AMD justru menggunakan angka-angka dari pengujian itu untuk membangun proyeksi Venice-nya.
Perang klaim performa ini baru akan menemukan jawabannya ketika penguji independen seperti Phoronix atau SPEC mendapatkan akses ke hardware Venice yang sebenarnya.
Yang Perlu Diketahui Pengguna dan Industri di Indonesia
Bagi penyedia layanan cloud dan data center di Indonesia, persaingan ini berarti satu hal: tekanan harga dan pilihan hardware yang lebih kompetitif. Jika AMD berhasil mempertahankan klaim performa per rak yang lebih tinggi, biaya operasional per unit komputasi bisa turun drastis. Ini penting mengingat kebutuhan infrastruktur AI di Indonesia terus melonjak, terutama untuk layanan berbasis GPU dan CPU server.
AMD sendiri belum berhenti di Venice. Perusahaan sudah mengisyaratkan penerusnya, "Verano", yang akan menjadi CPU pertama AMD yang dirancang khusus untuk infrastruktur AI. Verano kabarnya akan menggunakan arsitektur Zen 7 dan proses fabrikasi 1,4nm (A14) milik TSMC, menandai era angstrom bagi AMD. Namun, detail resmi soal ini belum dikonfirmasi.