Pencarian

Kadinsos Balikpapan Evaluasi 13 Pengasuh Rumah Singgah, Temukan Kebutuhan Loker hingga Penataan Ruang Tamu

Selasa, 28 Juli 2026 • 19:21:03 WIB
Kadinsos Balikpapan Evaluasi 13 Pengasuh Rumah Singgah, Temukan Kebutuhan Loker hingga Penataan Ruang Tamu
Kepala Dinas Sosial Balikpapan, Arfiansyah, memimpin evaluasi kinerja 13 pengasuh rumah singgah di lingkungan pemkot.

BALIKPAPAN — Kepala Dinas Sosial Kota Balikpapan, Arfiansyah, memanggil seluruh pengasuh rumah singgah untuk mengevaluasi kinerja mereka. Langkah ini dilakukan sebagai upaya memperkuat pelayanan bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PPKS) yang ditampung di lima unit rumah singgah milik pemkot.

"Kami juga ingin mendengar langsung dari para pengasuh, apa saja yang mereka butuhkan agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik," kata Arfiansyah, Selasa.

Lima rumah singgah yang dikelola Dinas Sosial Balikpapan meliputi Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA), Rumah Perlindungan Lanjut Usia Terlantar (RPLUT), Rumah Perlindungan Trauma Center (RPTC) Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), RPTC Non ODGJ, serta Asrama Anak Disabilitas di Jalan Asnawi Arbain. Total kapasitas tempat tidur mencapai 50 unit.

Seluruh fasilitas itu dikelola oleh 13 pengasuh, tiga aparatur sipil negara (ASN), dan sejumlah pekerja sosial. Arfiansyah menilai rumah singgah merupakan garda terdepan dalam penanganan kelompok rentan, sehingga kualitas pendampingan sangat bergantung pada kesiapan para pengasuh yang setiap hari berinteraksi langsung dengan klien.

Kebutuhan Mendesak: Loker hingga Rambu Informasi

Dari hasil evaluasi, sejumlah kebutuhan mendesak mulai dipetakan. Para pengasuh memerlukan loker penyimpanan barang, rambu informasi dan larangan, serta penataan ruang penerima tamu yang juga berfungsi sebagai area pengawasan klien.

"Kami tidak hanya memperbaiki sistem kerja, tetapi juga memperhatikan fasilitas penunjang. Lingkungan kerja yang nyaman akan berdampak pada kualitas pelayanan yang diterima masyarakat," ujar Arfiansyah.

Melalui forum evaluasi, berbagai persoalan di lapangan dipetakan untuk dicarikan solusi bersama. Mulai dari kebutuhan sarana, pola kerja, hingga penyesuaian prosedur pelayanan.

Target: Pendampingan Lebih Manusiawi

Arfiansyah menambahkan, melalui evaluasi berkala dan penguatan fasilitas, Dinas Sosial menargetkan rumah singgah dapat memberikan pendampingan yang lebih manusiawi dan bermartabat bagi kelompok rentan di Kota Balikpapan.

Evaluasi ini menjadi bagian dari pembenahan internal menjelang 100 hari masa tugas dirinya sejak dilantik pada 16 April 2026. Ia berharap pembenahan yang dilakukan bisa menciptakan lingkungan pelayanan yang lebih tertib, aman, dan mendukung kenyamanan kerja para pengasuh.

Bagikan
Sumber: kaltim.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks