Guru PAUD Samarinda Tangani 4 Anak Berkebutuhan Khusus, DPRD Soroti Insentif Rp500 Ribu

Penulis: Uki Damayanti  •  Sabtu, 17 Oktober 2026 | 06:02:01 WIB
Guru PAUD swasta di Samarinda mendampingi empat anak berkebutuhan khusus dalam satu kelas.

SAMARINDA — Sri Puji Astuti mengungkap temuan sejumlah guru PAUD swasta di Samarinda yang menangani empat anak berkebutuhan khusus (ABK) sekaligus dalam proses pembelajaran. Temuan itu mengemuka saat pembahasan penyelenggaraan pendidikan inklusif di DPRD Samarinda.

Politisi Partai Demokrat tersebut menilai pendampingan ABK menuntut kesabaran, perhatian, dan kesiapan tenaga pendidik memahami kebutuhan masing-masing anak. Beban itu kian berat karena guru PAUD swasta hanya menerima insentif sekitar Rp500 ribu hingga Rp700 ribu per bulan.

Empat Anak Berkebutuhan Khusus dalam Satu Kelas

Puji menyoroti ketimpangan antara kewajiban sekolah menerima siswa berkebutuhan khusus dan dukungan yang diterima guru pendamping. Menurutnya, kebijakan pendidikan inklusif tidak cukup berhenti pada terbukanya akses bagi ABK untuk bersekolah.

"Kita ingin semua anak mendapatkan hak pendidikan yang sama, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus. Namun, guru yang mendampingi mereka juga harus diperhatikan," kata Puji.

Ia menekankan pendampingan ABK bukan pekerjaan ringan. Setiap anak memiliki kebutuhan berbeda yang harus dipahami tenaga pendidik, sementara jumlah guru pendamping di sekolah swasta terbatas.

Insentif Rp500 Ribu-Rp700 Ribu per Bulan

Besaran insentif guru PAUD swasta menjadi salah satu titik yang disorot Puji. Nominal Rp500 ribu hingga Rp700 ribu per bulan dinilai tidak sebanding dengan tanggung jawab mendampingi anak berkebutuhan khusus.

Menurut Puji, pemerintah perlu mempertimbangkan keseimbangan antara pemenuhan hak pendidikan anak dan dukungan bagi guru. Termasuk kejelasan skema insentif sesuai kewenangan masing-masing instansi.

"Jangan sampai kewajiban menerima siswa tidak diikuti dengan pemenuhan hak dan dukungan bagi tenaga pendidiknya," tegasnya.

Evaluasi untuk Instansi Terkait

Puji berharap persoalan kesejahteraan guru PAUD swasta, khususnya yang mendampingi ABK, menjadi bahan evaluasi instansi terkait. Ia menilai dukungan bagi guru menentukan kualitas pendampingan yang diterima anak.

"Kita perlu melihat bagaimana dukungan yang diberikan kepada guru agar mereka mampu menjalankan pendampingan secara optimal," kata Puji.

Harapan serupa disampaikannya untuk pelayanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus ke depan. Menurutnya, layanan itu harus terus berkembang seiring dukungan tenaga pendidik yang memadai.

"Harapannya, pelayanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus bisa terus berkembang dan diikuti dengan dukungan tenaga pendidik yang memadai," tutup Puji.

Reporter: Uki Damayanti
Sumber: apakabar.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top