Setelah 36 Tahun Menanti, PLN Alirkan Listrik 24 Jam ke Empat Desa di Batu Ampar Kutai Timur

Penulis: Uki Damayanti  •  Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:02:31 WIB
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menekan sirene tanda beroperasinya listrik 24 jam di Kecamatan Batu Ampar.

SANGATTA — Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman memimpin langsung penekanan sirene tanda beroperasinya jaringan listrik 24 jam di Kecamatan Batu Ampar. Kegiatan itu dihadiri Manajemen PLN UP3 Bontang, Kepala Bagian Sumber Daya Alam Setkab Kutai Timur Deky Hermawan, Camat Batu Ampar Akhmadsyah, serta para kepala desa setempat. Kehadiran listrik penuh waktu menyentuh empat desa yang sebelumnya hanya menikmati pasokan terbatas.

Ardiansyah menyebut momen tersebut sebagai titik balik bagi warga pelosok Kutai Timur. Ia menegaskan bahwa listrik bukan sekadar penerangan, melainkan pintu masuk bagi aktivitas ekonomi dan sosial yang lebih luas.

"Setelah lebih dari 36 tahun menanti, hari ini mimpi masyarakat untuk menikmati penerangan listrik yang representatif selama 24 jam penuh akhirnya menjadi kenyataan," ujar Ardiansyah.

Dampak ke UMKM, Pendidikan, dan Aktivitas Sosial Warga

Menurut Ardiansyah, pasokan listrik yang stabil membuka ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk meningkatkan produksi. Anak-anak juga bisa belajar lebih nyaman, sementara kegiatan pelayanan dan sosial di desa berjalan lebih lancar.

Ia mengingatkan warga agar tidak melakukan penyambungan listrik secara ilegal. Menurutnya, praktik itu membahayakan keselamatan sekaligus mengganggu keandalan jaringan yang baru dibangun.

"Gunakan listrik secara bijak dan utamakan keselamatan. Jangan ada penyambungan kabel secara liar," tegasnya.

Sambungan Rumah Tangga di Empat Desa Baru Terealisasi Sebagian

Camat Batu Ampar Akhmadsyah menyampaikan proses penyambungan ke rumah warga dilakukan bertahap. Di Desa Mawai Indah, sebanyak 222 sambungan rumah tangga sudah terealisasi. Desa Mugi Rahayu menyusul dengan 125 sambungan yang telah terselesaikan.

Desa Beno Harapan mencatat 214 sambungan dari target 320 rumah. Sementara Desa Himba Lestari baru merealisasikan 119 sambungan dari target 186 sambungan.

Penyambungan bagi warga yang belum terlayani masih berjalan melalui proses percepatan. Pelaksanaannya menyesuaikan kondisi dan kesiapan jaringan di masing-masing wilayah.

PLN Sebut Tantangan Infrastruktur di Wilayah Pelosok

Manager PLN UP3 Bontang Luddie Wied Hardono mengapresiasi kolaborasi PLN dengan pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat. Kerja sama itu dinilai menjadi kunci terwujudnya layanan listrik 24 jam di empat desa tersebut.

"PLN berkomitmen untuk terus menghadirkan listrik yang andal dan merata. Terwujudnya listrik 24 jam di empat desa ini merupakan hasil sinergi bersama dan menjadi bagian dari upaya PLN untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat," ujar Luddie.

Ia mengakui pembangunan dan pengoperasian infrastruktur kelistrikan di wilayah pelosok memiliki tantangan tersendiri. Dukungan berbagai pihak menjadi faktor penting agar proses pembangunan hingga pengoperasian jaringan berjalan lancar.

PLN mengajak warga menjaga infrastruktur kelistrikan yang telah dibangun. Penggunaan listrik secara aman dan bijak diperlukan untuk menjaga keselamatan sekaligus mempertahankan keandalan sistem.

Dengan pasokan yang lebih andal, pelaku UMKM di empat desa Batu Ampar memiliki ruang lebih besar untuk mengembangkan usaha. Kegiatan pelayanan dan sosial masyarakat pun dapat berlangsung lebih optimal dibanding sebelumnya.

Reporter: Uki Damayanti
Sumber: klikkaltim.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top