Pemerintah Kabupaten Kutai Timur bersama PT Kaltim Prima Coal menjaring 80 usahawan muda untuk disiapkan menjadi penggerak ekonomi baru melalui penguatan kapasitas dan pengembangan usaha berbasis sumber daya lokal. Program kolaborasi pemerintah daerah dan dunia usaha ini berlangsung sejak penjaringan pada Agustus 2026. Para peserta mendapat pelatihan kewirausahaan, pengembangan produk, hingga pembangunan jejaring usaha.
SANGATTA — Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Kutai Timur mencatat 80 usahawan muda yang terjaring akan mengikuti penguatan kapasitas secara bertahap. Staf Dinas Koperasi dan UMKM Kutai Timur, Juniarti, menyebut program tersebut menyasar generasi muda yang ingin mengembangkan usaha secara mandiri.
Kolaborasi dengan KPC menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan kewirausahaan dan UMKM. Penjaringan peserta dimulai sejak Agustus 2026 dan melibatkan pemerintah daerah, pelaku usaha, serta kontraktor lokal.
Mengapa Kutai Timur Butuh Usahawan Muda di Luar Sektor Tambang
Pemkab Kutai Timur memandang pengembangan usahawan muda penting untuk memperluas sumber pertumbuhan ekonomi masyarakat. Fokusnya terutama pada sektor-sektor produktif di luar pertambangan yang selama ini mendominasi ekonomi daerah.
Langkah tersebut juga dinilai dapat meningkatkan nilai tambah potensi lokal. Harapannya, manfaat kegiatan ekonomi bisa dirasakan lebih luas oleh warga Kutai Timur, bukan hanya di sekitar kawasan tambang.
Pelatihan Kewirausahaan hingga Jejaring Usaha
Para peserta mendapatkan kesempatan meningkatkan kemampuan kewirausahaan, mengembangkan produk, serta membangun jejaring usaha. Juniarti menyatakan kemampuan itu dibutuhkan agar bisnis mereka bisa bertahan dan berkembang.
"Program ini sekaligus menjadi upaya memperkuat ekosistem usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kutai Timur dengan memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan ide dan potensi usaha yang dimiliki," ujar Juniarti di Sangatta, Senin (21/9).
Keterlibatan berbagai unsur dalam program ini diharapkan membuat pengembangan wirausaha tidak berjalan sendiri. Pelaku usaha baru akan terhubung dengan ekosistem ekonomi yang telah berkembang di Kutai Timur.
Target: Usaha Bertahan dan Membuka Lapangan Kerja
Pemerintah daerah berharap 80 peserta yang dijaring tidak hanya mampu mempertahankan bisnis, tetapi juga berkembang dan membuka kesempatan kerja bagi masyarakat lainnya. Jumlah pelaku usaha baru yang bertambah diyakini memperkuat perputaran ekonomi di tingkat masyarakat.
"Dengan semakin banyaknya pelaku usaha baru, perputaran ekonomi di tingkat masyarakat diharapkan semakin kuat dan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Kutim," kata Juniarti.
Program penguatan kapasitas usahawan muda ini masih berlangsung. Pemkab Kutai Timur bersama KPC belum merinci jadwal tahapan berikutnya bagi para peserta.