KALIMANTAN TIMUR — Samsung Galaxy Watch Ultra 2 resmi diperkenalkan sebagai penerus seri Ultra dengan baterai 800 mAh dan layar Super AMOLED 5.000 nit. Smartwatch premium ini dibanderol Rp10,499 juta dan menyasar pengguna aktif olahraga outdoor. Peningkatan daya tahan serta pemantauan pemulihan tubuh menjadi pembeda utama dari generasi pertama.
Samsung Galaxy Watch Ultra 2 memperkuat posisinya di segmen smartwatch premium lewat sejumlah peningkatan teknis dibanding generasi pertama. Perangkat ini mengusung bodi titanium berukuran 47 mm dengan ketebalan 10,7 mm, lebih tipis dari versi sebelumnya, meski bobotnya bertambah 1,5 gram. Distribusi bobot dan strap baru disebut membuatnya lebih nyaman dipakai harian.
Jam ini mengantongi sertifikasi MIL-STD-810H, IP69K, ketahanan air 10 ATM, serta EN13319 untuk aktivitas menyelam. Kombinasi ini menempatkannya sebagai perangkat yang dirancang menghadapi lingkungan ekstrem, bukan sekadar smartwatch gaya. Strap bawaan juga terasa lebih lentur dibanding generasi sebelumnya.
Dalam pengujian selama sebulan, perangkat ini dipakai tujuh hari berturut-turut termasuk saat tidur. Samsung memposisikan Galaxy Watch Ultra 2 sebagai jam yang memang dirancang menempel di pergelangan tangan sepanjang waktu, termasuk untuk mencatat kualitas tidur yang menentukan skor energi pengguna di pagi hari.
Panel Super AMOLED 1,52 inci dengan resolusi 498 x 498 piksel dan kecerahan hingga 5.000 nit menjadi salah satu peningkatan utama. Spesifikasi ini membuat statistik olahraga tetap terbaca saat layar terkena cahaya Matahari langsung, baik ketika lari, berenang, maupun bersepeda.
Layar juga mendukung Always-On Display, sehingga informasi waktu tetap terlihat tanpa perlu mengangkat atau menyentuh jam. Kemampuan ini terasa saat berenang, di mana data aktivitas tetap terbaca jelas meski layar dalam kondisi basah.
Samsung menaikkan kapasitas baterai dari 590 mAh menjadi 800 mAh. Klaim resminya, daya tahan mencapai 60 jam dengan Always-On Display aktif dan hingga 80 jam jika fitur tersebut dimatikan.
Pengujian dengan GPS, Always-On Display, serta pemantauan kesehatan sepanjang hari menunjukkan hasil yang konsisten. Saat berlari 5 kilometer, baterai berkurang sekitar 5 persen. Ketika bersepeda sekitar 20 kilometer, konsumsi baterai berada di kisaran 15 persen.
Pengisian daya juga relatif cepat. Baterai dapat bertambah sekitar 40 persen hanya dalam 30 menit lewat fast charging, berguna ketika pengguna butuh tambahan daya sebelum berolahraga atau saat baterai menipis di tengah hari.
Kemampuan perangkat ini tidak berhenti saat latihan selesai. Selepas aktivitas, Galaxy Watch Ultra 2 memberi informasi tentang bagaimana tubuh merespons latihan dan apakah sudah cukup pulih untuk kembali beraktivitas. Fitur ini menyasar pengguna yang menjadikan olahraga bagian dari rutinitas harian, bukan sekadar pencatatan langkah.
Dengan harga Rp10,499 juta, Samsung menempatkan Galaxy Watch Ultra 2 sebagai salah satu smartwatch premium yang menawarkan pengalaman lebih dari sekadar pencatatan aktivitas. Posisinya bersaing langsung dengan perangkat outdoor premium lain di pasar Indonesia yang menyasar segmen pengguna aktif dan petualang.