TENGGARONG — Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri menegaskan bahwa pemanfaatan bangunan di kawasan Arbizz Space tidak sekadar untuk pelayanan pemerintahan. Bangunan yang belum selesai itu akan diarahkan menjadi pusat aktivitas bisnis warga Kukar.
Lantai pertama direncanakan diisi tenant usaha. Lantai berikutnya dipakai untuk kebutuhan pelayanan perizinan dan layanan lain. Pembagian fungsi setiap lantai masih dalam tahap pembahasan dan penyiapan.
Arbizz Space sebelumnya dirancang sebagai ruang rekreasi, budaya, sekaligus bisnis. Kawasan ini dinilai strategis karena berada di tengah kota dan menjadi tempat berkumpulnya warga Tenggarong.
Pemkab Kukar masih menyelesaikan proses administrasi sebelum rencana dapat direalisasikan. Jika proses selesai, pemerintah daerah berencana mengumumkan dan memperkenalkan konsep fasilitas tersebut kepada masyarakat dalam waktu dekat.
"Ini ada bangunan yang belum selesai, yang ada di sini. Kita rencanakan nanti ini akan menjadi mal pelayanan publik," kata Aulia saat ditemui di Arbizz Space, Tenggarong, Sabtu (4/10/2026) malam.
Aulia menyebut lantai pertama dapat menjadi ruang bagi tenant usaha. Pertimbangannya termasuk kondisi cuaca, khususnya ketika masyarakat ingin berkunjung pada siang hari.
"Lantai satu mungkin nanti ada tenant-tenant, lantai dua nanti untuk perizinan, lantai tiga untuk hal-hal lain," ujarnya.
Ruang usaha di dalam bangunan itu diharapkan menjadi solusi agar masyarakat bisa menikmati produk UMKM dalam kondisi lebih nyaman. Selama ini produk UMKM Kukar banyak dijual di ruang terbuka yang terpapar panas saat siang.
"Karena kalau siang panas, sehingga orang bisa masuk ke dalam dan bisa menikmati UMKM kita," jelasnya.
Konsep Mal Pelayanan Publik berkaitan dengan upaya pemerintah menyediakan ruang yang memudahkan masyarakat mengurus berbagai kebutuhan usaha. Pelaku UMKM diharapkan dapat mengurus Nomor Induk Berusaha dan keperluan perizinan lain di tempat tersebut.
Dengan begitu, keberadaan mal tidak hanya menghadirkan ruang pelayanan publik, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem usaha masyarakat. Aulia menyebut fasilitas ini sebagai hub untuk bisnis warga Kukar.
"Ini kita harapkan menjadi hub untuk bisnis masyarakat Kukar," katanya.
Pengembangan pusat aktivitas masyarakat tidak hanya akan dilakukan di Tenggarong. Pemerintah daerah berencana menghadirkan ruang-ruang serupa di kecamatan lain agar fasilitas publik tidak terpusat di ibu kota kabupaten.
"Karena Kukar ini bukan hanya Tenggarong. Kita juga akan membuat open space, hub-hub seperti ini di kecamatan-kecamatan lain," pungkasnya.
Rencana pembangunan fasilitas ini menjadi bagian dari pengembangan kawasan Arbizz Space sebagai pusat kegiatan masyarakat di Tenggarong.