KALIMANTAN TIMUR — Daging sapi termasuk sumber protein hewani terbaik untuk menaikkan berat badan anak 1 tahun yang sulit makan. Selain protein, daging sapi kaya zat besi dan zinc yang mendukung pertumbuhan serta daya tahan tubuh. Berikut 9 resep MPASI daging sapi yang praktis dan bisa Ibu coba di rumah.
Memasuki usia 1 tahun, kebutuhan protein anak meningkat pesat. Daging sapi bisa jadi andalan karena teksturnya mudah diolah lembut dan rasanya gurih, sehingga anak lebih mudah menerimanya.
Dikutip dari What to Expect, daging sapi dan unggas justru baik diperkenalkan sejak awal MPASI, sekitar usia 6 bulan. Jadi, tidak perlu menunggu anak besar untuk memberi protein hewani.
Daging sapi mengandung protein berkualitas tinggi yang berperan besar dalam tumbuh kembang anak. Protein ini membantu pembentukan otot, memperbaiki sel tubuh, dan mendukung pertambahan berat badan.
Selain itu, daging sapi adalah salah satu sumber utama zat besi. Mineral ini dibutuhkan tubuh untuk memproduksi sel darah merah yang mengantar oksigen ke seluruh bagian tubuh.
Zinc dalam daging sapi juga tidak kalah penting. Nutrisi ini menjaga sistem kekebalan tubuh dan menunjang pertumbuhan anak agar tetap optimal di masa emasnya.
Daging sapi bisa diolah menjadi sup, tumisan, hingga dipanggang lalu dilembutkan. Untuk hasil yang lebih empuk, Ibu bisa memakai slow cooker agar tekstur daging matang sempurna.
Berikut sembilan resep MPASI daging sapi untuk anak 1 tahun yang bisa dicoba di rumah.
Resep ini dikutip dari buku 35 Resep Makanan Tim Saring untuk Bayi, cukup untuk 2 porsi. Siapkan 2 sdm beras merah, 200 ml santan, 450 ml kaldu sapi, 25 gram daging sapi giling, 25 gram daun bayam merah, 25 gram tomat, dan 1 kuning telur.
Rebus beras dan daging giling dalam kaldu hingga menjadi bubur. Masukkan sisa bahan, masak sampai matang, lalu angkat dan dinginkan. Haluskan di blender atau saring dengan saringan kawat, kemudian sajikan.
Resep dari buku Resep MPASI Bayi Terfavorit karya Yully Herlina ini menghasilkan sekitar 250 gram camilan. Bahan utamanya 300 gram kentang, 2 sdm mentega, 1/2 siung bawang bombay, 50 gram daging sapi giling, 2 sdm susu bubuk, dan 100 gram keju cheddar.
Kukus kentang lalu tumbuk halus. Tumis bawang bombay dan daging hingga matang, campur dengan kentang dan susu bubuk. Bentuk bulat dengan isian keju, celup ke telur kocok, lalu balur tepung roti. Panggang di oven 150 derajat Celsius selama 15-20 menit.
Resep dari buku MPASI 2 in 1 Cihuy! karya Dian Prima dan Yudith Mangiri ini memakai 500 gram daging sapi cincang, 1 sdm bumbu dasar putih, 2 kuning telur, dan 100 ml kaldu. Siapkan juga 8 lembar daun pisang, daun salam, dan irisan laos.
Aduk daging dengan bumbu, telur, dan kaldu, lalu pisahkan sebagian adonan khusus untuk bayi tanpa garam. Bungkus adonan dalam daun pisang bersama daun salam dan laos, semat dengan lidi, lalu kukus 30 menit.
Versi dari buku Koleksi 120 Resep Masakan Sapi karya Yasa Boga ini memakai 500 gram daging cincang, 250 ml santan, 2 butir telur kocok, dan 6-8 lembar daun salam. Bumbunya meliputi bawang merah, bawang putih, ketumbar, merica, lengkuas, kencur, kemiri, garam, dan gula.
Campur bumbu halus dengan daging, santan, dan telur, lalu aduk rata. Tuang ke mangkuk kecil tahan panas beralas daun salam, kukus 30-45 menit, atau bungkus dengan daun pisang.
Menu ini menggabungkan karbohidrat, protein, dan sayur dalam satu sajian. Bahannya 60 ml beras putih, 1 potong daging sapi giling, 75 ml kaldu sapi, 1 potong tempe, 1 buah wortel, dan 1 ikat bayam.
Cuci beras hingga airnya bening, potong tempe kecil-kecil, dan siapkan daging serta kaldu. Masak semua bahan menjadi tim lembut, lalu sesuaikan teksturnya dengan kemampuan makan anak.
Bila berat badan anak tetap tidak naik meski sudah rutin diberi protein hewani, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter anak. Perhatikan juga tanda alergi seperti ruam, muntah, atau diare setelah makan daging sapi.
Setiap anak punya respons berbeda terhadap makanan baru. Catat reaksinya, dan diskusikan dengan tenaga kesehatan bila Ibu ragu.
Sembilan resep di atas bisa jadi variasi menu harian agar anak tidak bosan. Kuncinya, sajikan daging sapi dengan tekstur yang sesuai usia dan kombinasikan dengan sayur serta karbohidrat untuk gizi seimbang.