BONTANG — Rencana pemasangan plang menyasar seluruh rumah warga miskin yang telah terverifikasi tim lapangan. Setiap papan akan memuat rincian bantuan yang diterima penghuni, mulai dari bantuan pemerintah pusat, provinsi, daerah, hingga perusahaan.
Agus Haris menyebut plang berfungsi sebagai informasi publik sekaligus alat deteksi dini. Data penerima akan masuk ke pendataan geospasial sehingga pemkot bisa melihat siapa saja yang belum tersentuh intervensi.
Menurut Agus, plang memberi kepastian bagi warga soal status bantuan di lingkungannya. Warga yang rumahnya belum terpasang plang bisa langsung diketahui dan diusulkan masuk program berikutnya.
"Plang ini berfungsi sebagai informasi publik. Jadi orang tahu warga tersebut sudah dapat bantuan. Tinggal yang belum itu diintervensi," ucapnya.
Pemkot telah mendata masing-masing penerima manfaat. Cakupannya meliputi Bantuan Cadangan Pangan, Program Keluarga Harapan, hingga Bantuan Langsung Tunai dari Pemerintah Kota Bontang.
Penerima bantuan tidak diperbolehkan mencabut atau melepas plang yang terpasang di rumah mereka. Agus menegaskan pelanggaran atas aturan itu berujung pada penghentian bantuan.
"Kalau dicabut plang itu, maka akan menerima konsekuensi kehilangan bansos," tegasnya.
Aturan tersebut berlaku untuk semua jenis bantuan yang tercatat dalam data penerima. Pemkot belum merinci mekanisme pengawasan harian di lapangan setelah plang terpasang.
Program plang muncul setelah verifikasi berlapis yang dijalankan tim pemkot pada Senin (28/9/2026). Hasil pengecekan lapangan membuat jumlah penerima BLT kategori fakir miskin turun drastis.
Data awal mencatat 2.882 penerima fakir miskin untuk periode Agustus 2026. Setelah diverifikasi, angka itu menyusut menjadi 688 orang atau berkurang sekitar 76 persen.
"Setelah dicek di lapangan faktanya kan menurun drastis. Ini pentingnya verifikasi berlapis. Karena tidak mungkin ada penambahan fakir miskin," ucap Agus Haris.
Pembuatan plang akan diusulkan lewat Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat pada penganggaran tahun depan. Pemkot belum menyebut nominal kebutuhan anggaran untuk 17 ribu plang tersebut.
Agus memastikan pemasangan menyasar rumah warga miskin hasil verifikasi, bukan seluruh rumah tangga di Bontang. Data penerima yang sudah bersih diharapkan mempermudah penyaluran bantuan pada periode berikutnya.