BALIKPAPAN — Unit Reskrim Polsek Balikpapan Timur bersama Unit INAFIS Polresta Balikpapan melakukan olah tempat kejadian perkara di rumah korban. Petugas mengumpulkan sejumlah informasi dan barang bukti untuk kepentingan penyelidikan.
Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Jerrold HY Kumontoy melalui Kapolsek Balikpapan Timur AKP M. Chusen menyampaikan bahwa peristiwa itu pertama kali diketahui ayah korban sekitar pukul 16.30 Wita.
Saat hendak masuk ke dalam rumah, ayah korban mendapati pintu terkunci dari dalam. Ia beberapa kali memanggil NJ, tetapi tidak ada respons.
Sang ayah kemudian berupaya masuk dengan mendobrak pintu. Di dalam rumah, ia menemukan korban dalam kondisi tidak sadarkan diri.
"Selanjutnya, korban diturunkan ke lantai dan diberikan pertolongan dengan cara melakukan pompa dada menggunakan tangan," kata Chusen, Sabtu (26/9/2026).
Warga sekitar turut dimintai bantuan sebelum korban dibawa ke Rumah Sakit Lanud Dhomber untuk pemeriksaan dan pertolongan medis. Pihak rumah sakit menyatakan korban telah meninggal dunia.
Pemeriksaan luar terhadap tubuh korban tidak menemukan tanda-tanda kekerasan fisik maupun luka akibat benda tajam atau benda tumpul. Meski demikian, polisi belum menutup kemungkinan adanya faktor lain yang berkaitan dengan kematian NJ.
"Dari hasil pemeriksaan di RSKUD Balikpapan korban diduga meninggal dunia dikarenakan akibat jerat pada leher yang disebabkan oleh (dugaan) gantung diri," ujar Chusen.
Penyelidikan masih berlangsung untuk memperoleh gambaran utuh mengenai peristiwa tersebut. Kepolisian belum menyimpulkan penyebab pasti kematian korban.
Kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan foto, video, maupun informasi yang belum terverifikasi terkait peristiwa itu. Informasi mengenai penyebab kematian sepenuhnya menunggu hasil penyelidikan.
Kasus kematian remaja ini turut menyoroti pentingnya kepedulian lingkungan sekitar, khususnya keluarga, terhadap kondisi anak dan remaja. Ketika seorang anak menunjukkan perubahan perilaku atau menghadapi persoalan berat, komunikasi terbuka dan dukungan orang terdekat menjadi langkah penting.
Jika seseorang berada dalam kondisi krisis atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri, dukungan segera dari keluarga, tenaga profesional, atau layanan darurat setempat diperlukan.