Danantara Resmi Umumkan Jajaran Direksi DSI, Tony Wenas hingga Cipung Noer Masuk Komisaris

Penulis: Valdi Pratama  •  Senin, 24 Agustus 2026 | 22:04:31 WIB
Danantara resmi mengumumkan jajaran direksi dan komisaris DSI, dengan Tony Wenas dan Cak Cipung Noer masuk sebagai komisaris.

KALIMANTAN TIMUR — Pengumuman ini menjadi langkah konkret pertama Danantara dalam mengelola sumber daya alam strategis. Selain Tony Wenas dan Mari Elka Pangestu, posisi Komisaris Utama dipercayakan kepada Mohammad Syaifurrahman Noer atau yang akrab disapa Cak Cipung Noer, serta Harold Tjiptadjaja sebagai komisaris.

Di jajaran direksi, Luke Mahony memimpin dengan didampingi Sinthya Roesly sebagai Direktur Keuangan dan Treasury, Nur Hidayat Udin sebagai Direktur Manajemen Risiko, serta Ivan Ferdiansyah Baely sebagai Direktur Hukum dan Kepatuhan. Sinthya sebelumnya menjabat Direktur Keuangan PT PLN (Persero).

Mandat Baru DSI: Integrasi Data hingga Perantara Tunggal Ekspor

Pemerintah menetapkan DSI sebagai BUMN Ekspor melalui PP Nomor 24 Tahun 2026. Mandat utamanya adalah mengoptimalkan nilai ekonomi sumber daya alam agar memberi manfaat lebih besar bagi perekonomian nasional.

Pada tahap awal, DSI akan mengintegrasikan data ekspor nasional dan menganalisis transaksi komoditas strategis. Perusahaan juga akan memperluas pemantauan melalui pelacakan kapal, validasi negara tujuan, hingga rekonsiliasi devisa hasil ekspor. Dalam jangka panjang, DSI ditargetkan menjadi perantara tunggal untuk komoditas yang masuk dalam mandatnya, tanpa mengambil alih kewenangan regulasi kementerian terkait.

Dua Bulan Beroperasi, DSI Pantau Transaksi US$ 14 Miliar

Sejak beroperasi sekitar dua bulan, DSI mengklaim telah menganalisis 6.500 deklarasi ekspor dengan nilai lebih dari US$ 14 miliar. Volume komoditas yang dipantau mencapai lebih dari 90 juta ton.

Aktivitas ekspor tersebut berasal dari lebih dari 50 pelabuhan muat di 25 provinsi dengan tujuan lebih dari 100 negara. Angka ini menunjukkan skala pengawasan yang langsung dijalankan DSI sejak awal beroperasi.

Fokus Awal: Bangun Sistem Pemantauan yang Transparan

Direktur Utama DSI Luke Mahony menegaskan pihaknya saat ini fokus membangun sistem dan kemampuan untuk menjalankan mandat tersebut. Sistem analisis yang dibangun bertujuan mendukung pengawasan dan pengelolaan ekspor komoditas strategis.

"Kami akan terus mengukuhkan kapabilitas pemantauan, verifikasi, dan operasional guna mendukung ekosistem ekspor yang lebih transparan, akuntabel, dan efisien, sekaligus menjaga kepastian berusaha dan keberlanjutan ekspor," kata Luke dalam keterangannya, Senin (24/8).

Meski DSI akan menjadi perantara tunggal, mekanisme tersebut tetap mempertahankan hubungan komersial antara penjual dan pembeli. Hal ini untuk menjaga keberlanjutan ekspor dan kepastian berusaha bagi pelaku industri.

Dengan masuknya tokoh-tokoh berpengalaman seperti Tony Wenas dan Mari Elka Pangestu, DSI diharapkan mampu menjembatani kepentingan industri dan pemerintah. Langkah ini juga menjadi sinyal serius pemerintah dalam memperbaiki tata kelola ekspor komoditas strategis Indonesia.

Reporter: Valdi Pratama
Sumber: katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top