PENAJAM — Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Danum Taka Kabupaten Penajam Paser Utara mulai menyusun skema darurat pasokan air bersih menyusul prakiraan musim kemarau panjang tahun ini. Direktur Perumda Danum Taka, Abdul Rasyid, mengatakan pihaknya bakal mengaktifkan interkoneksi jaringan pipa dari Kecamatan Waru menuju Kelurahan Petung, lalu diteruskan ke Kecamatan Penajam.
"Skema yang disiapkan menerapkan sistem subsidi silang antarwilayah, karena sejumlah wilayah pasokan air baku cukup stabil dan tidak pernah habis," ujar Abdul Rasyid di Penajam, Jumat.
Menurutnya, skema darurat ini memerlukan operasional pompa tambahan berkapasitas besar untuk mendorong air dari wilayah yang surplus ke daerah yang mengalami defisit. Langkah ini menjadi antisipasi jika debit air baku terus menurun akibat kemarau.
Berdasarkan data Perumda Danum Taka, saat ini kondisi air baku Lawe-Lawe di Kecamatan Penajam masih tergolong aman dengan kapasitas produksi mencapai 110 liter per detik. Kondisi itu didukung tingginya intensitas hujan di kawasan hulu dalam sepekan terakhir.
Namun, wilayah Sotek secara perlahan mulai menunjukkan penurunan debit air baku. Meski begitu, produksi air bersih di titik itu masih bertahan di angka 90 liter per detik.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim kemarau 2026 mulai terjadi pada April. Puncak kemarau diperkirakan berlangsung pada Oktober hingga November, yang berpotensi memperparah penurunan debit air baku di sejumlah wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara.
Pemerintah kabupaten menyatakan kesiapan untuk menjaga ketersediaan air bersih selama periode tersebut. "Pemerintah kabupaten bersiap untuk ketersediaan air bersih menghadapi potensi kemarau panjang," kata Abdul Rasyid.