PENAJAM — Kapal-kapal kayu berhias umbul-umbul berpacu di perairan Desa Babulu Laut. Bukan sekadar lomba, kegiatan yang digelar Polres PPU ini menjadi magnet bagi warga dari berbagai kecamatan di Kabupaten Penajam Paser Utara.
Sejak pagi, tepian desa dipenuhi penonton yang ingin menyaksikan para pendayung adu kecepatan. Personel Polsek Babulu dan Polres PPU disiagakan di beberapa titik untuk memastikan jalannya acara tetap aman.
Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Menurutnya, olahraga tradisional seperti balapan perahu memiliki nilai budaya yang penting untuk dijaga.
"Melalui kegiatan balapan perahu ini, kami ingin menghadirkan semangat kebersamaan antara Polri dan masyarakat. Selain sebagai ajang hiburan dan olahraga tradisional, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi, menjaga persatuan, serta melestarikan budaya maritim yang menjadi identitas masyarakat pesisir," kata Andreas.
Kepala Desa Babulu Laut, Sahudi, menyampaikan apresiasi kepada Polres PPU. Menurutnya, balapan perahu bukan sekadar hiburan, melainkan tradisi yang telah lama mengakar di kehidupan warga pesisir.
"Balapan perahu merupakan budaya masyarakat pesisir yang perlu terus dilestarikan. Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan kebersamaan antarwarga," ujarnya.
Sebelum membuka perlombaan, Kapolres bersama rombongan sempat meninjau Jembatan Merah Putih, salah satu ikon Desa Babulu Laut. Andreas juga mengajak seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas dan mengutamakan keselamatan selama perlombaan berlangsung.