BALIKPAPAN — Balikpapan FC harus mengubur mimpi melaju ke babak 32 besar Liga 4 Nasional musim ini. Tim yang bermarkas di Stadion Batakan ini mengumpulkan enam poin dari tiga pertandingan, tetapi gagal lolos karena kalah dalam perhitungan selisih gol dari tim lain di grup yang sama.
Grup yang dihuni Balikpapan FC disebut sebagai grup paling ketat di fase ini. Setiap tim saling mengalahkan, membuat papan klasemen berubah drastis di setiap pekan.
Dalam format kompetisi Liga 4 Nasional, selisih gol menjadi penentu utama setelah poin. Balikpapan FC yang tampil agresif di dua laga awal harus kehilangan tiket karena produktivitas gol lawan lebih unggul.
Manajemen tim belum memberikan pernyataan resmi terkait evaluasi akhir kompetisi. Namun, hasil ini menjadi catatan penting bagi pembenahan tim ke depan, terutama dalam hal penyelesaian akhir di laga-laga krusial.
Para pendukung Balikpapan FC yang memadati tribun Stadion Batakan harus menerima kenyataan pahit. Beberapa dari mereka mengaku bangga dengan perjuangan pemain, meski hasil akhir tidak sesuai harapan.
“Kami tetap bangga, mereka sudah berjuang maksimal. Tapi tentu kecewa karena sebenarnya peluang masih ada sampai laga terakhir,” ujar salah satu koordinator suporter yang enggan disebutkan namanya.
Kegagalan ini menjadi yang kedua bagi Balikpapan FC dalam tiga musim terakhir untuk menembus fase nasional Liga 4. Sebelumnya, tim ini juga tersingkir di fase yang sama pada edisi 2023.
Manajemen Balikpapan FC dipastikan akan menggelar evaluasi internal dalam waktu dekat. Fokus utama adalah memperbaiki lini depan yang dinilai kurang tajam di momen-momen penting.
Liga 4 Nasional sendiri masih menyisakan beberapa pertandingan di grup lain. Balikpapan FC kini hanya bisa menjadi penonton dan mempersiapkan diri untuk musim depan.