BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan resmi menerima gelombang bantuan sarana digitalisasi pendidikan dan program revitalisasi sekolah dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Bantuan ini mencakup ribuan unit perangkat digital seperti laptop, tablet, dan proyektor, serta dana renovasi untuk sejumlah gedung sekolah di wilayah kota.
Bantuan yang disalurkan melalui program prioritas Kemendikdasmen ini terdiri dari dua komponen utama. Pertama, paket revitalisasi fisik yang mencakup perbaikan ruang kelas, laboratorium, dan perpustakaan di beberapa sekolah yang membutuhkan. Kedua, pengadaan ribuan perangkat teknologi informasi untuk menunjang pembelajaran digital.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Balikpapan menyebutkan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat untuk menyetarakan kualitas pendidikan di daerah dengan standar global. “Kami sangat menyambut baik program ini. Ini adalah lompatan besar untuk pendidikan di Balikpapan,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima, Selasa lalu.
Pemkot Balikpapan menargetkan bahwa dengan tambahan infrastruktur digital dan fisik ini, sejumlah sekolah di kota minyak tersebut bisa masuk dalam kategori sekolah berstandar internasional. Program ini dinilai strategis mengingat Balikpapan merupakan salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur yang membutuhkan sumber daya manusia unggul.
Pemerintah daerah juga berencana mengintegrasikan bantuan perangkat digital ini dengan kurikulum berbasis teknologi yang sudah mulai diterapkan di beberapa sekolah percontohan. Pelatihan guru untuk mengoperasikan perangkat baru juga akan menjadi prioritas dalam waktu dekat.
Dengan adanya perangkat digital baru, proses belajar mengajar diharapkan tidak lagi terbatas pada metode konvensional. Siswa bisa mengakses materi pembelajaran interaktif, sementara guru memiliki alat bantu untuk mengajar lebih efektif. Revitalisasi fisik sekolah juga diharapkan menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan representatif.
Program ini merupakan kelanjutan dari komitmen pemerintah pusat untuk mengurangi kesenjangan infrastruktur pendidikan antara Jawa dan luar Jawa. Balikpapan menjadi salah satu kota prioritas karena posisinya sebagai pintu gerbang Ibu Kota Nusantara (IKN).