BALIKPAPAN — Sebanyak 30 peserta mengikuti kursus kepelatihan Lisensi D yang digelar Askot PSSI Balikpapan. Kursus ini diikuti oleh calon pelatih dari berbagai latar belakang, termasuk pemain aktif PSIS Semarang dan Persiba Balikpapan yang ingin memperdalam ilmu kepelatihan.
Kursus Lisensi D PSSI ini menjadi wadah bagi para pemain dan pegiat sepak bola untuk mendapatkan sertifikasi pelatih resmi. Kehadiran pemain aktif dari dua klub besar, PSIS Semarang (Liga 1) dan Persiba Balikpapan (Liga 2), menunjukkan minat tinggi terhadap pengembangan karier di luar lapangan hijau.
"Kami sangat mengapresiasi antusiasme peserta. Ini bukti bahwa sepak bola Balikpapan dan Kaltim punya potensi besar untuk melahirkan pelatih-pelatih muda berkualitas," ujar perwakilan Askot PSSI Balikpapan dalam sambutannya.
Selama kursus, peserta mendapatkan materi teori dan praktik yang mencakup teknik dasar sepak bola, metodologi latihan, hingga manajemen tim usia muda. Lisensi D merupakan jenjang awal bagi pelatih yang ingin melanjutkan ke lisensi yang lebih tinggi.
Kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antarpegiat sepak bola di Kalimantan Timur. Beberapa peserta berasal dari luar Balikpapan, seperti Samarinda dan Bontang, yang sengaja datang untuk mengikuti program ini.
Kehadiran kursus ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem sepak bola di Kalimantan Timur. Dengan bertambahnya jumlah pelatih bersertifikat, pembinaan usia muda di klub-klub lokal bisa lebih terstruktur dan profesional.
Askot PSSI Balikpapan berencana menggelar kursus serupa secara berkala. Targetnya, setiap klub di Balikpapan memiliki minimal satu pelatih bersertifikat Lisensi D dalam waktu dekat.