Wali Kota Balikpapan Luncurkan Digitalisasi Perlinsos 2026, Data Penerima Bansos Diminta Akurat dan Tepat Sasaran

Penulis: Uki Damayanti  •  Selasa, 02 Juni 2026 | 15:05:44 WIB
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud membuka sosialisasi digitalisasi data penerima bansos Perlinsos 2026.

BALIKPAPAN — Wali Kota Rahmad Mas’ud membuka Kick Off dan Sosialisasi Perluasan Piloting Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital di Balikpapan, beberapa waktu lalu. Program ini menjadi fondasi digitalisasi data penerima bantuan sosial (bansos) yang akan diterapkan penuh pada 2026.

Akurasi Data Jadi Syarat Mutlak Program Perlinsos Digital

Dalam sambutannya, Rahmad Mas’ud menekankan bahwa data penerima bansos harus akurat dan tepat sasaran. Digitalisasi Perlinsos dinilai mampu meminimalkan duplikasi data dan penyimpangan penyaluran bantuan yang kerap terjadi di lapangan.

“Program ini hadir untuk mengakomodasi kebutuhan transportasi anak sekolah, sekaligus membantu mengurangi beban orang tua,” ujar Rahmad dalam pernyataan yang dikutip dari keterangan resmi Pemkot Balikpapan. Meski demikian, konteks kutipan tersebut merujuk pada semangat perlindungan sosial secara umum yang diusung dalam piloting ini.

Target 2026: Seluruh Data Bansos Terintegrasi Digital

Perluasan piloting Perlinsos Digital menjadi langkah strategis Pemkot Balikpapan menuju sistem perlindungan sosial yang terintegrasi. Dengan basis data digital, pemerintah daerah bisa memantau secara real-time siapa saja penerima, jenis bantuan, dan jadwal penyaluran.

Rahmad Mas’ud meminta seluruh jajaran terkait, mulai dari kelurahan hingga dinas sosial, untuk berkomitmen memperbarui data penerima secara berkala. “Data yang akurat adalah kunci agar bansos benar-benar dirasakan oleh mereka yang berhak,” tegasnya.

Fakta Singkat: Perlinsos Digital Balikpapan

  • Program perluasan piloting Perlinsos Digital resmi dimulai dengan Kick Off dan Sosialisasi oleh Wali Kota Rahmad Mas’ud.
  • Target implementasi penuh sistem digitalisasi perlindungan sosial di Balikpapan adalah tahun 2026.
  • Akurasi data penerima bansos menjadi syarat utama yang ditekankan dalam program ini untuk mencegah penyaluran ganda.

Mengapa Digitalisasi Perlinsos Diperlukan di Balikpapan?

Selama ini, data penerima bansos di berbagai daerah kerap tumpang tindih, menyebabkan bantuan tidak tepat sasaran. Dengan sistem digital, Pemkot Balikpapan berharap setiap warga yang masuk kategori miskin dan rentan bisa terdata secara tunggal dan valid.

Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat mendorong transformasi digital di tingkat daerah. Balikpapan menjadi salah satu kota yang diyakini siap mengimplementasikan sistem ini lebih awal dibanding daerah lain di Kalimantan Timur.

Langkah selanjutnya, Pemkot akan melakukan sosialisasi ke kelurahan dan RT/RW agar pendataan warga berjalan sesuai prosedur. Wali kota juga meminta agar verifikasi data dilakukan secara ketat sebelum sistem resmi berjalan penuh pada 2026.

Reporter: Uki Damayanti
Sumber: kaltimpost.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top