Kematian AM di PPU Dinilai Janggal, Sang Ayah Udin Abdu Curiga Anak Kandungnya Bukan Bunuh Diri

Penulis: Zaki Mubarak  •  Kamis, 28 Mei 2026 | 12:45:36 WIB
Udin Abdu curiga kematian anaknya tidak sesuai dengan ciri bunuh diri di PPU.

PENAJAM — Udin Abdu, warga Kabupaten Penajam Paser Utara, tak bisa menerima begitu saja laporan bahwa anak kandungnya, AM, meninggal dunia akibat bunuh diri. Ia melihat sejumlah kejanggalan pada kondisi jenazah yang dinilainya tidak sesuai dengan ciri-ciri kematian akibat gantung diri. Kecurigaan ini mendorongnya untuk mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus tersebut.

Kejanggalan yang Ditemukan Sang Ayah di Lokasi Kejadian

Udin Abdu mengaku menemukan beberapa keanehan saat pertama kali melihat jasad anaknya. Ia menyebutkan ada luka-luka di tubuh korban yang tidak lazim ditemukan pada kasus bunuh diri. Temuan awal inilah yang membuatnya yakin bahwa anaknya menjadi korban pembunuhan yang sengaja dikamuflasekan.

“Saya tidak percaya anak saya bunuh diri. Ada kejanggalan yang saya lihat langsung di lokasi,” ujar Udin Abdu saat ditemui di kediamannya, Senin lalu. Ia mendesak pihak kepolisian untuk segera melakukan penyelidikan lebih mendalam dan tidak terburu-buru menutup perkara.

Laporan Awal vs Fakta di Lapangan: Apa yang Berbeda?

Laporan awal dari pihak terkait menyebutkan bahwa AM ditemukan meninggal dalam posisi tergantung. Namun, sang ayah memiliki versi berbeda. Menurut Udin, posisi dan kondisi tali yang digunakan, serta bekas luka di leher korban, tidak sesuai dengan standar medis kematian akibat jeratan gantung diri.

Perbedaan antara laporan awal dan fakta yang ditemukan keluarga inilah yang menjadi dasar utama pelaporan ke polisi. Udin berharap kasus ini tidak berhenti pada dugaan bunuh diri tanpa pemeriksaan forensik yang komprehensif.

Desakan Keluarga: Autopsi dan Penyelidikan Ulang

Langkah selanjutnya yang didesak oleh pihak keluarga adalah dilakukannya autopsi terhadap jenazah AM. Mereka meminta kepolisian untuk memeriksa secara objektif setiap bukti yang ada, termasuk saksi-saksi di sekitar lokasi kejadian. Udin menegaskan bahwa ia hanya mencari keadilan untuk anaknya.

“Saya minta polisi mengusut sampai tuntas. Kalau memang benar bunuh diri, kami akan terima. Tapi kalau ada indikasi lain, jangan ditutup-tutupi,” tegasnya. Hingga berita ini diturunkan, pihak Kepolisian Resor PPU belum memberikan pernyataan resmi terkait perkembangan penyelidikan kasus dugaan pembunuhan ini.

Reporter: Zaki Mubarak
Sumber: kaltimpost.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top