SENDAWAR — BBPJN Kalimantan Timur tengah mengebut pembangunan drainase di jalur Sp Belusuh–Sp Damai, Kutai Barat. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perkuatan infrastruktur jalan yang tidak hanya mengandalkan lapisan rigid beton di permukaan.
Menurut pihak BBPJN Kaltim, sistem drainase yang baik merupakan kunci utama menjaga ketahanan struktur jalan. Tanpa saluran air yang memadai, genangan air dapat meresap ke lapisan dasar jalan dan mempercepat kerusakan, meskipun permukaannya sudah diperkeras dengan beton kaku.
Perbaikan drainase di ruas tersebut difokuskan pada titik-titik yang selama ini rawan genangan. Pekerjaan ini meliputi pembuatan saluran baru dan normalisasi saluran eksisting agar air dapat mengalir lancar ke badan sungai terdekat.
Selama ini, rigid beton dikenal sebagai solusi utama untuk jalan di daerah dengan tanah lunak atau curah hujan tinggi. Namun, BBPJN Kaltim menekankan bahwa umur jalan beton pun bisa pendek jika drainase di sekitarnya tidak berfungsi.
“Pekerjaan drainase ini kami kejar agar air tidak menggenangi bahu jalan. Kalau drainase bagus, rigid beton bisa bertahan lebih lama dan biaya pemeliharaan jangka panjang bisa ditekan,” ujar perwakilan BBPJN Kaltim di lokasi proyek.
Pengerjaan drainase di jalur Sp Belusuh–Sp Damai ditargetkan rampung bersamaan dengan tahap akhir pengerasan rigid beton. Dengan sistem drainase yang terintegrasi, BBPJN Kaltim optimistis ruas jalan tersebut tidak mudah rusak meski kerap dilintasi kendaraan berat pengangkut hasil tambang dan perkebunan.
Langkah ini juga menjadi model bagi penanganan ruas jalan lain di Kalimantan Timur yang memiliki karakteristik tanah dan curah hujan serupa. Efisiensi anggaran jangka panjang menjadi pertimbangan utama di balik strategi pembangunan infrastruktur yang lebih holistik ini.