Nelayan-Petani Tambak Keputih Surabaya Laporkan Pengembang Padel ke Ombudsman, Sempadan Sungai 7 Meter Lenyap

Penulis: Zaki Mubarak  •  Selasa, 26 Mei 2026 | 12:33:01 WIB
Nelayan dan petani tambak Keputih Surabaya melaporkan pengembang padel ke Ombudsman terkait hilangnya sempadan sungai.

KALIMANTAN TIMUR — Konflik antara warga pesisir dan pengembang lapangan padel ini berlangsung sejak Januari 2026. Ketua Pokdakan Keputih, Samsul Ma'arif, menyatakan penutupan sempadan sungai dengan cor beton mengancam ruang hidup dan mata pencaharian sekitar 50 kepala keluarga petambak di Kelurahan Keputih, Kecamatan Sukolilo.

Dampak Langsung: Akses Normalisasi Sungai Lumpuh, Banjir Mengancam Tambak

Menurut dokumen Surat Keterangan Rencana Kota (SKRK), sungai tersebut memiliki lebar 6,5 meter dengan sempadan tujuh meter. Namun pantauan di lapangan menunjukkan seluruh sempadan kini tertutup beton proyek padel.

"Ini diduga diserobot sama pengembang. Kami khawatir akan terjadi masalah besar, terutama banjir dan kerusakan alam," kata Samsul saat ditemui di Kantor Kecamatan Sukolilo.

Warga menilai dampak paling konkret adalah lumpuhnya jalur alat berat untuk normalisasi sungai. Jika musim hujan tiba, tanggul tambak terancam jebol dan berujung gagal panen massal.

Lima Kali Audiensi Dihindari, Pengembang Justru

Reporter: Zaki Mubarak
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top