KALIMANTAN TIMUR — Krisis di Tottenham Hotspur mencapai titik nadir. Klub asal London Utara itu hanya selamat dari degradasi setelah mengalahkan Everton 1-0 di laga pamungkas Premier League, sekaligus mengirim West Ham United turun kasta. Namun, yang lebih mengejutkan adalah pengakuan jujur dari jajaran direksi klub.
Non-executive chairman Peter Charrington mengirim surat terbuka kepada suporter. Ia mengakui bahwa kebijakan klub selama ini tidak berpihak pada prestasi di atas lapangan. "Kualitas yang membuat Spurs istimewa—sepak bola kami, ambisi, hubungan antara tim dan pendukung—telah dibiarkan memudar," tulis Charrington.
"Kami menemukan beberapa kebenaran yang tidak nyaman. Kesuksesan sepak bola tidak lagi menjadi pendorong keputusan kami. Kami tidak memiliki keahlian yang tepat di posisi kunci. Skuad yang dibangun tidak cukup baik untuk bersaing di liga paling kompetitif di dunia," tambahnya.
Momen reset dimulai pada September lalu ketika keluarga Lewis, pemilik klub, turun tangan. Mereka mengotorisasi perubahan total yang berujung pada mundurnya Daniel Levy setelah hampir 25 tahun menjabat sebagai executive chairman. Sumber internal menyebut keputusan itu diambil untuk memperbaiki performa olahraga klub.
Charrington, yang baru bergabung ke dewan direksi pada Maret 2025, mengakui perubahan itu "datang lebih lambat dari yang seharusnya." Kini, struktur operasional sepak bola Spurs sudah diperbarui dengan eksekutif dan tim sepak bola baru. Beberapa penunjukan tambahan dijadwalkan dalam beberapa pekan mendatang.
Roberto de Zerbi menjadi manajer ketiga Spurs musim ini setelah Thomas Frank dan Igor Tudor. Pria Italia itu menandatangani kontrak lima tahun pada Maret lalu dan langsung dianggap sebagai penyelamat. Gelandang James Maddison mengakui peran krusial De Zerbi: "Tanpa penunjukan itu, bencana mungkin terjadi. Dia pantas mendapat banyak pujian atas kerja di belakang layar dan lapangan latihan."
Conor Gallagher menambahkan, "Sejak hari pertama, dia sudah melindungi semua pemain. Semua orang langsung percaya padanya—rasanya seperti 'syukurlah dia datang' begitu saja." Charrington pun memberikan dukungan penuh kepada De Zerbi untuk membangun tim dari awal.
Charrington menegaskan Tottenham tidak untuk dijual meskipun ada minat dari konsorsium pimpinan pengusaha teknologi Brooklyn Earick pada September lalu. Keluarga Lewis disebut tetap berkomitmen penuh pada proyek kebangkitan ini.
Prioritas utama adalah membangun skuad kompetitif di bawah De Zerbi dengan investasi di beberapa jendela transfer, dimulai musim panas ini. Klub juga berencana meningkatkan departemen medis dan performa, serta berinvestasi di akademi dan tim wanita yang dilatih Martin Ho.
"Bahkan di musim paling gelap, kalian tetap datang dan mendukung tim ini. Kesetiaan itu tidak kami anggap remeh. Musim ini jauh dari standar Tottenham. Kami harus bertarung dengan tim-tim terbaik setiap musim, dan kami membangun ulang klub dengan standar itu," tutup Charrington dalam suratnya kepada suporter.