Rupiah Tertekan ke Level 17.543 per Dolar AS, Mayoritas Mata Uang Asia Juga Melemah

Penulis: Wendra Kusuma  •  Rabu, 13 Mei 2026 | 11:02:59 WIB
Rupiah melemah ke level 17.543 per dolar AS di tengah tekanan global dan domestik.

KALIMANTAN TIMUR — Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka menguat 13 poin di level 17.515 per dolar AS pada perdagangan pagi ini. Namun, tekanan global dan domestik menyebabkan mata uang Garuda ini terus melemah hingga mencapai 17.541 per dolar AS pada pukul 09.52 WIB.

Penyebab Tekanan Terhadap Rupiah

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menjelaskan bahwa peningkatan tekanan terhadap rupiah disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, situasi di Timur Tengah yang memanas mendorong kenaikan harga minyak, serta ketidakpastian global yang terus berlanjut. Kedua, terdapat peningkatan kebutuhan dolar AS secara musiman, termasuk untuk pembayaran utang luar negeri, dividen, dan kebutuhan ibadah haji.

Intervensi BI dalam Pasar Valuta Asing

Destry menegaskan komitmen BI untuk melakukan intervensi cerdas di pasar valuta asing guna mengurangi tekanan pada rupiah. "BI akan terus berkomitmen untuk selalu berada di pasar dengan melakukan smart intervention baik di pasar spot, DNDF maupun NDF," ujarnya. Hal ini bertujuan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah fluktuasi pasar yang tidak menentu.

Aliran Modal Asing Masuk ke Indonesia

Meskipun mengalami pelemahan, Destry mencatat adanya perbaikan dalam kepercayaan investor asing terhadap aset portofolio Indonesia. Aliran modal asing ke Pasar Surat Berharga Negara (SBN) dan Surat Berharga Syariah Negara (SRBI) selama bulan April mencapai Rp 61,6 triliun. Ketersediaan likuiditas valas di pasar domestik juga terbilang cukup tinggi, dengan pertumbuhan dana pihak ketiga valas yang tumbuh 10,9% secara tahunan pada akhir Maret.

Proyeksi Nilai Tukar Rupiah ke Depan

Destry memprediksi bahwa tekanan musiman terhadap rupiah ini akan mereda, memungkinkan nilai tukar kembali ke level fundamentalnya. "Kami berharap dapat melihat stabilisasi yang lebih baik dalam waktu dekat," tambahnya. Dengan perbaikan aliran modal asing dan intervensi BI yang berkelanjutan, prospek jangka pendek rupiah diharapkan akan membaik.

Investor diharapkan untuk tetap memantau perkembangan pasar dan kebijakan BI terkait stabilitas nilai tukar, mengingat fluktuasi yang terjadi dapat mempengaruhi keputusan investasi mereka.

Reporter: Wendra Kusuma
Sumber: katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top