SAMARINDA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) kembali merealisasikan program bantuan pendidikan melalui beasiswa Gratispol. Memasuki penyaluran tahap III, total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp288,5 miliar untuk mendukung puluhan ribu mahasiswa di Bumi Etam.
Dana tersebut dialokasikan bagi 63.603 mahasiswa yang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS). Penyaluran ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal.
Besaran anggaran yang mencapai ratusan miliar rupiah ini mencakup akumulasi penyaluran hingga tahap ketiga pada tahun anggaran berjalan. Pemerintah berharap bantuan ini mampu meringankan beban biaya kuliah mahasiswa di tengah dinamika ekonomi saat ini.
Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud, memberikan atensi khusus terhadap kelancaran distribusi dana beasiswa tersebut. Ia meminta Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Kaltim untuk memastikan proses administrasi berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Biro Kesra, tolong bantuan beasiswa untuk kuliah mahasiswa dioptimalkan agar manfaatnya segera dirasakan oleh anak-anak kita. Pemerintah harus benar-benar hadir untuk masa depan mereka,” tegas Rudy Mas'ud dikutip dari akun resmi media sosial Pemprov Kaltim, Senin (4/5/2026).
Program beasiswa Gratispol dirancang untuk menjangkau mahasiswa dari berbagai latar belakang akademik. Melalui skema ini, Pemprov Kaltim berupaya memastikan tidak ada mahasiswa yang putus kuliah karena kendala biaya, baik mereka yang berkuliah di dalam maupun luar daerah.
Optimalisasi penyaluran menjadi poin krusial agar dana tersebut dapat langsung digunakan untuk keperluan registrasi maupun biaya operasional pendidikan lainnya. Langkah ini sekaligus menjadi instrumen pemerintah dalam mencetak generasi unggul menyongsong peran Kaltim sebagai serambi Ibu Kota Nusantara (IKN).