SAMARINDA — Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menegaskan bahwa penghijauan harus menjadi kebiasaan sehari-hari, bukan sekadar kegiatan seremonial. Pernyataan itu disampaikan di sela penanaman 1.000 bibit pohon di Tahura Bukit Soeharto, kawasan yang sebelumnya terdampak karhutla.
Bibit yang ditanam mencakup Balangeran, Bangris, Tengkawang, Kapur, Gaharu, Nyamplung, dan Meranti. Selain tanaman kayu endemik Kalimantan, kegiatan itu juga mencakup penanaman Durian yang masuk kategori tanaman multiguna atau Multi Purpose Tree Species (MPTS).
Mengapa Tahura Bukit Soeharto Jadi Lokasi Penanaman
Kawasan Tahura Bukit Soeharto dipilih karena terdampak kebakaran hutan dan lahan. Penanaman di Kilometer 47 Jalan Poros Samarinda–Balikpapan diarahkan untuk mendukung pemulihan kawasan sekaligus menjaga kelestarian ekosistem hutan Kalimantan.
Otorita IKN disebut telah membiasakan kegiatan penanaman pohon secara berkala setiap dua pekan. Kebiasaan itu menjadi dasar dukungan terhadap keterlibatan komunitas dalam gerakan pemulihan hutan.
Kolaborasi Pemerintah, Instansi Kehutanan, dan Komunitas
Basuki menekankan bahwa upaya menjaga lingkungan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah, instansi kehutanan, komunitas, dan masyarakat perlu bekerja bersama agar kegiatan pemulihan hutan berjalan lebih efektif.
"Penghijauan perlu menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari," kata Basuki, seperti dikutip dari laporan Kaltimpost.id.
Ia berharap kebiasaan menanam pohon berkembang menjadi budaya masyarakat di Kalimantan Timur. Dengan begitu, kepedulian terhadap kelestarian hutan tidak hanya muncul ketika terjadi bencana lingkungan.
Borneo Kind Dorong Kepedulian Warga terhadap Karhutla
Keterlibatan Borneo Kind dalam penanaman ini menjadi bagian dari dorongan kepedulian terhadap karhutla. Komunitas tersebut turut serta menyiapkan bibit dan menggerakkan relawan di lokasi penanaman.
Menurut Basuki, menjaga hutan harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sebatas slogan. Alam memiliki peran penting bagi kehidupan sehingga kelestariannya perlu dijaga secara berkelanjutan.
Penanaman berikutnya dijadwalkan berlanjut dalam siklus dua pekan Otorita IKN, dengan melibatkan komunitas lain di sekitar kawasan Tahura Bukit Soeharto.