BALIKPAPAN — Kontingen Balikpapan menurunkan 1.138 anggota ke Porprov Kaltim 2026, terdiri atas 979 atlet dan 159 pelatih. Ketua KONI Balikpapan Gasali menyatakan persiapan sudah dimatangkan, termasuk penyerahan uang saku atlet di Balikpapan Tennis Stadium, Sabtu (31/10).
"Alhamdulillah persiapan sudah sangat baik. Termasuk penyerahan uang saku bagi para atlet yang terlaksana di Balikpapan Tennis Stadium Sabtu (31/10) pagi. Karena kami ingin atlet-atlet yang berangkat ini punya persiapan dan mental yang maksimal," kata Gasali, Jumat (30/10).
45 Atlet Gugur di Meja Verifikasi DRM Samarinda
Pencoretan terjadi saat verifikasi Delegate Registration Meeting di Samarinda. Sebanyak 45 atlet Balikpapan tidak lolos karena persoalan usia dan persyaratan kependudukan minimal satu tahun.
Konsekuensinya langsung terasa pada proyeksi medali. KONI kini memaksimalkan atlet yang memenuhi syarat agar target juara umum tetap terjaga.
Anggaran Rp 12 Miliar, Rp 10 Miliar dari APBD Perubahan
Anggaran kontingen mencapai Rp 12 miliar. Rinciannya, Rp 10 miliar dari APBD Perubahan 2026 dan Rp 2 miliar dana pembinaan di Disparpora Balikpapan.
KONI masih berencana menambah sekitar 200 orang di luar kuota yang dibiayai Disparpora. Alternatif pembiayaan sedang dijajaki, termasuk kemungkinan dukungan tanggung jawab sosial perusahaan.
Peralatan dan Pemusatan Latihan Belum Terpenuhi Sesuai Kebutuhan
Keterbatasan anggaran berdampak pada bantuan peralatan pertandingan dan pemusatan latihan daerah. Gasali menyebut tidak seluruh usulan anggaran KONI disetujui karena kondisi keuangan daerah.
Prioritas kemudian diberikan kepada atlet yang dinilai punya peluang meraih medali. Mekanisme itu sudah dibicarakan bersama pengurus cabang olahraga.
Aturan Peraih Emas PON Ubah Peta Persaingan
Gasali juga menyoroti aturan yang membatasi keikutsertaan atlet peraih emas PON pada Porprov. Ketentuan itu dinilai turut mengubah peta persaingan antardaerah.
Bagi Balikpapan, kombinasi pencoretan atlet dan pembatasan tersebut membuat perhitungan medali harus disusun ulang. KONI memilih fokus pada atlet yang lolos verifikasi dan siap tampil di Samarinda.