Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji meminta seluruh Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemprov Kaltim meningkatkan kinerja dan disiplin setelah status mereka resmi setara dengan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Permintaan itu disampaikan saat menerima audiensi Asosiasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (AP3K) Provinsi Kaltim di Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Kamis.
SAMARINDA — Status setara PNS yang kini disandang ribuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemprov Kaltim tidak lantas membuat mereka kebal dari evaluasi. Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menegaskan bahwa kelanjutan kontrak kerja para pegawai tetap bergantung pada penilaian kinerja yang dilakukan secara berkala.
"Kinerja harus ada kemajuan dari sebelumnya. Sebab PPPK ini sudah setara dengan PNS, walaupun harus dievaluasi setiap lima tahun," kata Seno Aji di Samarinda, Kamis.
Evaluasi Lima Tahun dan Target Kinerja PPPK
Evaluasi yang berlangsung setiap lima tahun tersebut menjadi penentu apakah perjanjian kerja seorang PPPK akan diperpanjang atau tidak. Seno Aji meyakini pegawai yang mampu menunjukkan performa baik akan terus dipertahankan hingga mencapai batas usia pensiun.
Wagub mengingatkan bahwa PPPK merupakan bagian tak terpisahkan dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Kaltim. Karena itu, ia meminta para pegawai membuang jauh sikap negatif yang bisa mencoreng citra institusi.
Sikap seperti malas, tidak disiplin, atau bersantai di kafe saat jam kerja disebutkan secara tegas sebagai perilaku yang tidak boleh dilakukan. Pesan ini sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh ASN di lingkungan pemerintah provinsi.
Dukungan UMKM untuk PPPK Tanpa Ganggu Jam Kerja
Di luar persoalan kedisiplinan, Pemprov Kaltim membuka ruang bagi para PPPK untuk mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Langkah ini dinilai sebagai upaya sah untuk memperoleh penghasilan tambahan di luar gaji pokok.
"Kami dukung pengembangan UMKM PPPK. Itu hak setiap orang untuk memperoleh penghasilan tambahan, sepanjang tidak mengganggu jam kerja," ujar Seno Aji.
Wagub juga menyambut positif rencana AP3K menggelar bazar rutin khusus pelaku UMKM dari kalangan PPPK. Namun, ia memberikan catatan agar kegiatan tersebut digelar pada hari libur atau di luar jam kerja sehingga pelayanan publik tidak terganggu.
Dialog Jadi Jalan Aspirasi, Bukan Aksi di Lapangan
Seno Aji berpesan agar setiap aspirasi pegawai disampaikan melalui jalur dialog yang baik. Ia meminta asosiasi memanfaatkan ruang diskusi bersama Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Sekretaris Daerah (Sekda), maupun unsur pimpinan daerah untuk mencari solusi terbaik.
Ia mengapresiasi kehadiran AP3K yang dinilainya memiliki semangat dan komitmen positif dalam mendukung pelayanan publik serta pembangunan daerah. Program-program yang diusung asosiasi disebutnya sangat positif sehingga perlu terus dibina.
Sementara itu, Ketua AP3K Kaltim Fadil Anwar menegaskan bahwa asosiasi yang mengusung moto "Solid, Profesional dan Berdampak" tersebut siap berkontribusi aktif dalam menyukseskan visi Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas.