KUTAI KARTANEGARA — Lahan eks reklamasi PT Multi Harapan Utama (MHU) di Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, bakal berubah fungsi menjadi kawasan pertahanan strategis. Pangkopassus Letjen TNI Djon Afriandi dan Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud meninjau lokasi tersebut dari udara menggunakan helikopter sebelum menggelar diskusi di markas sementara.
Kehadiran Markas Grup 4 Kopassus di Kalimantan Timur disebut sebagai langkah vital dalam strategi penguatan wilayah pertahanan nasional, khususnya sebagai benteng penyangga utama IKN. Kawasan pangkalan dan fasilitas pendukung ini direncanakan bakal dikembangkan hingga mencapai luas 230 hektare.
Dampak Ekonomi bagi Warga Sekitar
Djon Afriandi menegaskan, pembangunan markas ini tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan regional. Kehadiran ribuan prajurit beserta keluarga diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
"Kami di sini dalam rangka meningkatkan keamanan regional, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui kehadiran ribuan prajurit beserta keluarga, serta pembangunan infrastruktur baru seperti akses jalan, jaringan listrik, dan pasokan air bersih yang terintegrasi dengan permukiman sekitar," jelas Djon.
Akses Jalan Baru Segera Dibangun
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud menyambut baik kehadiran Markas Grup 4 Kopassus di wilayahnya. Menurutnya, keberadaan markas ini merupakan bentuk penghargaan dan pengakuan negara terhadap pemerintah daerah.
Rudy menegaskan bahwa akses jalan baru akan segera dibangun untuk mendukung konektivitas dan mobilitas operasional menuju lokasi markas di Desa Jembayan. Setelah diskusi, rombongan melakukan penanaman pohon Tabebuya sebagai simbol keteguhan dan harapan di area tersebut.
Usai meninjau lokasi, Pangkopassus beserta jajaran menyempatkan diri bersilaturahmi ke Kantor Gubernur Kaltim di Samarinda. Turut hadir dalam peninjauan tersebut Komandan Grup 4 Kopassus Brigjen TNI Suharma Zunam dan Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri.