SAMARINDA — Istri Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Wahyu Hernaningsih, menegaskan pentingnya pengelolaan diri bagi perempuan sebagai modal dasar membangun sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Pernyataan itu mengemuka saat ia menghadiri pelatihan pengelolaan diri yang digagas Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) bersama Tim Penggerak PKK Provinsi Kaltim.
Wahyu menilai kemampuan mengendalikan emosi dan menjaga kesehatan mental bukan sekadar kebutuhan individu, melainkan investasi sosial. Perempuan yang mampu mengelola dirinya dengan baik dinilai bisa memberi dampak positif bagi lingkungan terkecilnya terlebih dahulu.
“Motivasinya adalah untuk memberikan ilmu kepada ibu-ibu dari seluruh organisasi wanita yang ada di Kaltim agar mempunyai daya dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, mampu mengelola emosi dan diri sendiri, serta dapat memberikan manfaat mulai dari lingkungan keluarga, masyarakat hingga organisasi,” ujarnya.
Kolaborasi Lintas Lembaga untuk Tekan Stunting
Di luar persoalan kapasitas individu, Wahyu menyoroti isu stunting yang masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Ia menyebut penanganan kasus kekurangan gizi kronis ini tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, melainkan butuh sinergi antarlembaga.
“Memang kolaborasi ini dilakukan oleh Ikrisia bersama TP Penggerak PKK Provinsi Kaltim, BKKBN, BAZNAS dan seluruh lini OPD terkait. Semuanya bersinergi untuk bergerak menurunkan angka stunting di Kaltim,” katanya.
Peran perempuan dalam gerakan ini dinilai krusial. Sebab, ibu menjadi garda terdepan dalam pengasuhan dan pemenuhan gizi anak sejak usia dini.
Target Nol Kasus Baru dan Generasi Emas
Wahyu menargetkan angka stunting di Kaltim bisa ditekan hingga menyentuh nol kasus. Harapan tersebut disampaikannya bukan tanpa alasan, melainkan berkaitan erat dengan cita-cita menyambut Generasi Emas 2045.
“Harapan kami, khususnya dari Ikrisia, agar angka stunting ini bisa mencapai Zero Stunting. Anak-anak sejak kecil tumbuh menjadi generasi yang kuat dan sehat, sehingga Generasi Emas dapat tercapai dan Kaltim menjadi sukses,” pungkasnya.
Sementara itu, Fitri yang turut mendampingi kegiatan tersebut menambahkan pentingnya membangun kepedulian mulai dari lingkungan keluarga.
“Lebih kuat, lebih peduli, lebih berarti. Berangkat dari keluarga kecil untuk membangun Indonesia menuju Generasi Emas 2045,” tuturnya.