KALIMANTAN TIMUR — Peringatan detik-detik proklamasi di Bintan tahun ini terasa berbeda. Selain menjadi ajang mengenang jasa para pahlawan, upacara yang digelar di Lapangan Relief Antam Kijang, Kecamatan Bintan Timur, berubah menjadi momentum kebersamaan. Ribuan pasang mata tertuju pada prosesi pengibaran bendera yang dilakukan oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) setempat.
Bupati Bintan, Roby Kurniawan, dalam amanatnya menegaskan bahwa kemerdekaan yang diraih bukanlah akhir dari perjuangan. Menurutnya, generasi sekarang memikul tanggung jawab besar untuk menentukan arah bangsa di masa depan. "Momentum peringatan kemerdekaan ini hendaknya mengingatkan kita semua untuk senantiasa bersyukur atas hasil perjuangan para pahlawan dan pendahulu bangsa. Kita yang sekarang memikul tanggung jawab untuk menentukan arah bangsa di masa depan," ujar Roby di hadapan peserta upacara.
Paskibraka Bintan dan Tugas Besar Pengibaran Bendera
Prosesi pengibaran Sang Saka Merah Putih berjalan lancar berkat kerja sama apik tiga siswa yang dipercaya membawa bendera. Muhammad Hilal Al Zikry dari SMAN 1 Bintan Timur bertugas sebagai pembawa bendera, didampingi Iman Syah Putra asal SMAN 1 Teluk Sebong sebagai perentang, dan Noviandi Dhaffarianto dari SMA Swasta Tunas Bangsa sebagai penarik bendera.
Sementara itu, tugas membawa baki bendera dipercayakan kepada Ainur Rida, siswi SMAN 1 Teluk Sebing. Rangkaian upacara ini dikawal ketat oleh jajaran kepolisian. Ajun Komisaris Polisi Aang Setiawan yang juga Kapolsek Bintan Timur bertindak sebagai perwira upacara, sementara Inspektur Polisi Dua Fransiscus Chalvin Tumanan memimpin jalannya upacara sebagai komandan.
Solidaritas dari Bintan untuk Korban Bencana NTT
Usai upacara, suasana haru menyelimuti lapangan. Bupati Roby menyempatkan diri berkeliling menyapa personel Paskibraka dan warga yang masih bertahan. Di sela-sela kebersamaan itu, ia menyampaikan pesan khusus yang menyentuh hati: duka masyarakat NTT adalah duka seluruh bangsa Indonesia, termasuk warga Bintan.
"Dari Bintan, kita panjatkan doa terbaik untuk saudara-saudara kita di NTT agar diberi kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi musibah ini. Harapan kita semua tentunya kondisi bisa terkendali dengan baik dan proses pemulihan bisa berjalan maksimal. Salam merdeka dan salam satu bangsa untuk saudara-saudara kita semua di sana," pungkas Roby dalam pernyataannya yang dikutip dari rilis resmi.
Pemilihan Lapangan Relief Antam Kijang sebagai lokasi upacara juga dinilai strategis. Area ini merupakan ruang terbuka yang selama ini menjadi pusat kegiatan masyarakat Kijang dan sekitarnya. Kehadiran ribuan warga yang antusias sejak pagi menunjukkan bahwa semangat nasionalisme di Kabupaten Bintan tetap terjaga di tengah dinamika pembangunan ekonomi kawasan.
Peringatan HUT RI ke-81 ini sekaligus menjadi evaluasi bagi pemerintah daerah dalam membangun sinergi antara aparatur sipil negara, TNI/Polri, dan masyarakat sipil. Dengan semangat gotong royong yang ditunjukkan pada perayaan tahun ini, Bintan optimistis mampu menghadapi tantangan pembangunan ke depan, khususnya dalam mendukung program hilirisasi dan pengembangan kawasan industri yang digadang-gadang menjadi motor penggerak ekonomi baru di Provinsi Kepulauan Riau.