PENAJAM PASER UTARA — Sebanyak 1.708 bibit pohon ditanam serentak oleh sekitar 2.300 peserta di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur. Aksi kolektif ini resmi memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori penanaman pohon dengan jumlah peserta terbanyak.
Kegiatan yang berlangsung di kawasan inti pemerintahan tersebut melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari aparatur sipil negara, TNI/Polri, hingga relawan lingkungan. Ribuan bibit yang ditanam merupakan jenis pohon lokal yang dipilih untuk mendukung fungsi ekologis kawasan hutan di sekitar IKN.
Rekor MURI dan Makna di Balik Angka 1.708 Bibit Pohon
Pencapaian rekor MURI ini bukan sekadar seremoni. Jumlah 1.708 bibit yang ditanam menjadi simbol komitmen pembangunan IKN yang mengedepankan konsep forest city atau kota hutan.
Penghargaan dari MURI diberikan langsung di lokasi penanaman, menjadikan IKN sebagai kawasan yang tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga pemulihan dan pelestarian lingkungan. Aksi ini diharapkan mampu menginspirasi daerah lain untuk melakukan gerakan serupa.
Melibatkan Ribuan Peserta, Menanam untuk Masa Depan
Partisipasi 2.300 peserta dalam satu waktu menjadi sorotan utama. Mereka bekerja bersama di lahan yang telah disiapkan, menanam bibit dengan jarak tanam yang terukur untuk memastikan pertumbuhan optimal.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata dalam merehabilitasi lahan di kawasan IKN. Keberadaan hutan lindung dan area hijau di sekitar titik nol ibu kota negara menjadi prioritas agar keseimbangan ekosistem tetap terjaga seiring dengan pesatnya pembangunan gedung perkantoran dan fasilitas publik.
Menghijaukan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan
KIPP merupakan area yang menjadi wajah utama IKN. Dengan adanya penanaman ribuan pohon ini, kawasan tersebut diharapkan tidak tampak gersang dan mampu memberikan kenyamanan bagi para pejabat negara serta masyarakat yang akan beraktivitas di sana.
Jenis bibit yang ditanam dipilih berdasarkan karakteristik tanah dan iklim di Kalimantan Timur. Perawatan pasca-penanaman juga menjadi perhatian utama agar tingkat keberhasilan tumbuh bibit mencapai angka yang tinggi, bukan hanya sekadar memenuhi target rekor.
Melalui aksi ini, Otorita IKN ingin menunjukkan bahwa pembangunan ibu kota baru berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian alam. Rekor MURI yang diraih menjadi bukti bahwa kolaborasi massal untuk lingkungan hidup mampu menghasilkan sesuatu yang membanggakan bagi Indonesia.