BALIKPAPAN — Pemantauan harga di Pasar Klandasan, Balikpapan, pada Rabu (12/8/2026) menunjukkan seluruh komoditas pangan utama bertahan di level yang sama dibandingkan hari sebelumnya. Data pemantauan mencatat pergerakan harga berada di angka 0 persen untuk 40 jenis kebutuhan pokok.
Harga komoditas strategis seperti beras medium masih berada di kisaran Rp 15.400 hingga Rp 16 ribu per kilogram. Sementara itu, beras premium dijual Rp 18 ribu per kilogram. Untuk bumbu dapur, bawang merah tercatat Rp 47 ribu per kilogram dan bawang putih Rp 48 ribu per kilogram.
Harga Cabai dan Protein Hewani Masih Bertahan
Kelompok komoditas yang kerap menjadi penyumbang inflasi justru tidak bergerak. Cabai keriting dan cabai merah besar sama-sama dijual Rp 55 ribu per kilogram, sedangkan cabai rawit berada di harga Rp 50 ribu per kilogram.
Di sektor protein hewani, daging ayam ras dipatok Rp 40.500 per kilogram. Adapun daging sapi murni masih menjadi komoditas termahal dengan harga Rp 165 ribu per kilogram. Telur ayam ras dijual Rp 2.200 per butir dan telur bebek Rp 3.000 per butir.
Minyak Goreng dan Gula Pasir Tidak Bergerak
Kebutuhan rumah tangga lainnya juga terpantau stabil. Minyak goreng Bimoli Spesial dijual Rp 24 ribu per liter, sementara minyak goreng curah tanpa merek dibanderol Rp 20 ribu per liter. Gula pasir dalam negeri tercatat Rp 19 ribu per kilogram dan gula pasir Gulaku Rp 21 ribu per kilogram.
Untuk ikan basah, tongkol dijual Rp 40 ribu per kilogram dan trakulu Rp 80 ribu per kilogram. Ikan asin bambangan menjadi komoditas dengan harga tertinggi di kelompok ini, yakni Rp 200 ribu per kilogram.
Sayuran Hijau Masih di Kisaran Rp 7 Ribu hingga Rp 15 Ribu
Kelompok sayuran tidak mengalami perubahan harga. Bayam dijual Rp 10 ribu per ikat, kacang panjang Rp 15 ribu per ikat, kangkung Rp 7 ribu per ikat, dan sawi Rp 12 ribu per ikat.
Stabilnya harga di Pasar Klandasan menjadi sinyal positif bagi daya beli masyarakat Balikpapan. Namun, pemantauan harga tetap perlu dilakukan secara berkala karena komoditas pangan sangat dipengaruhi oleh faktor pasokan, distribusi, cuaca, dan tingkat permintaan.
Belum terlihat adanya gejolak harga pada komoditas pangan utama di pasar tradisional tersebut. Kondisi ini diharapkan dapat bertahan mengingat kebutuhan belanja masyarakat cenderung meningkat menjelang akhir pekan.