Pencarian

Skor IKUB Kaltim Tembus 93,11, FKUB Samarinda Siapkan Sekolah Kerukunan untuk Pelajar SD hingga Kampus

Selasa, 04 Agustus 2026 • 09:42:01 WIB
Skor IKUB Kaltim Tembus 93,11, FKUB Samarinda Siapkan Sekolah Kerukunan untuk Pelajar SD hingga Kampus
Wali Kota Samarinda hadir langsung dalam sejumlah kegiatan lintas agama sebagai wujud komitmen menjaga kerukunan umat di Kalimantan Timur.

SAMARINDA — Capaian Kalimantan Timur dalam Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) 2025 mendapat respons positif dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Samarinda. Organisasi yang menaungi dialog antarumat ini menilai skor toleransi 93,11 yang diraih Kaltim merupakan buah dari budaya saling menghormati yang sudah lama mengakar di masyarakat.

Angka tersebut menempatkan Kaltim di posisi kelima nasional, tepat di bawah Sulawesi Utara (95,84), Papua Barat (94,77), DI Yogyakarta (93,65), dan Kalimantan Utara (93,38). Data ini dirilis Kementerian Agama dan dipublikasikan GoodStats pada 24 Juli 2026.

Peran Kepala Daerah dalam Menjaga Harmoni

Ketua FKUB Kota Samarinda, Syaparuddin, menyebut dukungan pemerintah daerah menjadi salah satu kunci utama tingginya indeks toleransi di Kaltim. Menurutnya, kehadiran langsung Wali Kota Samarinda dalam berbagai kegiatan lintas agama bukan sekadar seremonial, melainkan simbol nyata komitmen pemimpin dalam merawat kebinekaan.

“Alhamdulillah, itu sudah sangat bagus. Selama ini toleransi kita memang cukup tinggi. Dalam setiap perayaan agama, masyarakat bisa saling berpartisipasi, seperti dalam hal pengamanan,” ujarnya, Senin (3/8/2026).

Syaparuddin menambahkan bahwa semangat kebersamaan yang terus digaungkan pemerintah daerah melalui nilai-nilai moderasi beragama telah membentuk ekosistem sosial yang inklusif. Hal ini terlihat dari partisipasi lintas komunitas dalam setiap perayaan keagamaan di wilayah setempat.

Sekolah Kerukunan: Menanamkan Toleransi Sejak Dini

Untuk memastikan capaian ini tidak berhenti di angka, FKUB Samarinda menyiapkan langkah konkret melalui Program Sekolah Kerukunan. Program ini dirancang menyasar seluruh jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi.

“Langkah utama tentu tokoh agama harus memberi keteladanan dalam berpikir toleran dan bersikap moderat. Selain itu, sesuai arahan Pak Wali Kota, kita ingin menggalakkan Sekolah Kerukunan,” jelas Syaparuddin.

Melalui program ini, FKUB berharap para pelajar dan mahasiswa terbiasa hidup berdampingan serta bekerja sama tanpa memandang perbedaan keyakinan. Jika ekosistem toleransi terbentuk di lingkungan sekolah dan kampus, dampaknya akan meluas ke kehidupan masyarakat secara riil.

“Jika dari lingkungan sekolah dan kampus sudah tercipta ekosistem toleransi, di mana perbedaan agama tidak menjadi penghalang untuk bekerja sama, maka resonansinya akan meluas ke kehidupan masyarakat secara nyata,” pungkasnya.

Follow kaltimnow.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: radarbontang.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks