Pencarian

Life Jacket di Pelabuhan Penajam Tinggal 30 Buah, Dishub Imbau Penumpang Tetap Pakai saat Gelombang Tinggi hingga September 2026

Kamis, 16 Juli 2026 • 21:38:32 WIB
Life Jacket di Pelabuhan Penajam Tinggal 30 Buah, Dishub Imbau Penumpang Tetap Pakai saat Gelombang Tinggi hingga September 2026
Ketersediaan life jacket di Pelabuhan Penajam berkurang dari 130 unit menjadi 30 unit.

PENAJAM — Ketersediaan jaket pelampung atau life jacket di Pelabuhan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), mengalami penurunan drastis. Dari total sekitar 130 unit yang sebelumnya ditempatkan di dua lokasi pelabuhan, kini hanya tersisa 30 buah.

Petugas Dishub PPU yang berjaga di pelabuhan klotok, Rizal, mengungkapkan bahwa banyak life jacket yang hilang atau tidak diketahui keberadaannya. “Itu kan milik pemerintah, ditaruh di sini, dulu ada sekitar 130an, sekarang gak tau kemana, sisa 30 lagi,” ujarnya.

Kondisi ini menjadi ironi di tengah peringatan dini BMKG yang memprakirakan gelombang di perairan masih berpotensi tinggi hingga September 2026. Aktivitas penyeberangan Penajam–Balikpapan yang padat setiap hari pun menghadapi risiko keselamatan yang nyata.

Imbauan Keselamatan Berbanding Terbalik dengan Ketersediaan Alat

Kepala Dishub PPU Agus Dahlan menegaskan bahwa penggunaan life jacket seharusnya menjadi kebiasaan, bukan hanya saat cuaca buruk. “Yang kita harapkan, masyarakat maupun motoris kelotok dan speedboat selalu menyiapkan fasilitas life jacket karena ini untuk keselamatan kita bersama,” katanya, Kamis (16/7).

Agus juga meminta operator speedboat dan klotok tidak mengangkut penumpang melebihi kapasitas, terutama pada jam-jam sibuk penyeberangan. “Sesuaikan dengan standar yang sudah ada,” tambahnya.

Untuk memastikan keamanan, Dishub PPU bersama personel Polairud melakukan pemantauan setiap hari di kawasan Pelabuhan Penajam. Spanduk imbauan keselamatan pun telah dipasang di area pelabuhan.

Penumpang dan Petugas Berharap Ada Penambahan Life Jacket

Rizal mengakui, kesadaran masyarakat untuk menggunakan life jacket sebenarnya sudah mulai tumbuh. Namun, keterbatasan jumlah alat pelampung membuat banyak penumpang urung mengenakannya. “Harapannya, pemerintah mengadakan life jacket itu lagi, jadi ada penambahan,” tandasnya.

Ia menambahkan, petugas Dishub setiap hari bersama Polairud ada di pelabuhan untuk memantau kegiatan penyeberangan ke Balikpapan. Namun, tanpa perlengkapan yang memadai, pengawasan pun menjadi kurang optimal.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan memprioritaskan keselamatan. “Kalau ingin menyeberang ke Balikpapan atau sebaliknya, gunakan life jacket. Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan, karena yang repot nanti bukan hanya kita, tetapi juga keluarga,” pesan Agus Dahlan.

Bagikan
Sumber: ayokaltim.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks