Pencarian

China Berhasil Mendaratkan Kembali Roket Long March, Tantang Dominasi SpaceX di Luar Angkasa

Sabtu, 11 Juli 2026 • 18:57:31 WIB
China Berhasil Mendaratkan Kembali Roket Long March, Tantang Dominasi SpaceX di Luar Angkasa
Booster roket Long March China berhasil mendarat di kapal pemulihan menggunakan sistem jaring presisi.

KALIMANTAN TIMUR — China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC) sukses melaksanakan demonstrasi bersejarah pada Jumat pekan lalu. Mereka meluncurkan roket orbital Long March dan berhasil mendaratkan booster-nya di atas kapal pemulihan di laut. Prestasi ini menempatkan China sejajar dengan Amerika Serikat dalam teknologi roket yang dapat digunakan kembali (reusable rocket), sebuah lompatan yang selama ini hanya dikuasai oleh SpaceX milik Elon Musk.

Teknik Pendaratan Unik: Jaring, Bukan Kaki Pendarat

Berbeda dengan pendekatan SpaceX yang menggunakan kaki pendarat untuk mendarat di platform terapung, CASC menggunakan metode yang tak kalah canggih. Booster roket ditangkap oleh jaring besar yang direntangkan di atas kerangka kapal pemulihan. Metode ini, menurut CASC, membutuhkan sistem panduan dan sensor yang sangat presisi untuk memastikan roket turun secara terkendali ke titik tangkap yang tepat.

Keberhasilan pendaratan ini bergantung pada tiga komponen kunci: perangkat lunak panduan yang cerdas, sensor yang akurat, dan mesin roket yang cukup tangguh untuk menyala kembali serta bertahan dari panas saat memasuki atmosfer bumi. CASC berencana untuk menggunakan kembali booster yang sama pada akhir tahun ini, menandai langkah awal menuju operasi roket yang benar-benar dapat dipakai ulang.

Dampak Besar: Biaya Peluncuran Lebih Murah dan Ancaman untuk Starlink

Keberhasilan ini diprediksi akan mengubah peta persaingan bisnis antariksa. Victoria Samson, Kepala Direktur Keamanan dan Stabilitas Antariksa di Secure World Foundation, menyebut demonstrasi ini sebagai "pengubah permainan yang besar." Menurutnya, begitu China berhasil menguasai teknologi penggunaan kembali, biaya peluncuran mereka akan turun drastis. "Mereka bisa menggunakannya sebagai bagian dari diplomasi lunak (soft power) untuk meluncurkan muatan bagi sekutu potensial dengan harga sangat murah," ujar Samson.

Meskipun regulasi keamanan nasional membagi pasar peluncuran global menjadi dua kubu—AS/Eropa melawan Rusia/China—sehingga CASC tidak akan bersaing langsung dengan SpaceX untuk pelanggan komersial AS, dampaknya tetap terasa. Roket yang dapat dipakai ulang akan memungkinkan China membangun jaringan komunikasi satelit dan pusat data orbital yang mampu bersaing langsung dengan layanan Starlink. Hal ini berarti persaingan bagi Starlink di pasar global, terutama di Afrika, Timur Tengah, dan Asia Tenggara.

Perlombaan Roket Kian Panas: Starship vs Blue Origin

Bagi militer AS, keberhasilan China ini berarti keunggulan mereka di antariksa semakin terkikis. Apalagi, laporan terbaru dari konsultan jurnalis investigatif mengungkapkan dokumen yang menunjukkan China dan Rusia tengah bekerja sama mencari cara untuk mengganggu Starlink, yang terbukti efektif dalam konflik di Ukraina.

Satu-satunya harapan AS untuk mempertahankan dominasi adalah jika SpaceX berhasil menerbangkan roket Starship yang jauh lebih besar. Uji coba terakhir Starship berakhir dengan hasil yang beragam, namun uji statis mesin (static fire test) booster raksasanya baru-baru ini dilaporkan berjalan mulus. SpaceX diperkirakan akan melakukan percobaan peluncuran lagi bulan ini.

Selain SpaceX, perusahaan AS lain seperti Blue Origin milik Jeff Bezos juga tengah mengembangkan roket yang dapat dipakai ulang. Blue Origin berhasil memulihkan booster pada tahun 2025 dan menggunakannya kembali awal tahun ini, meskipun salah satu roketnya meledak di landasan peluncuran pada bulan Mei lalu. Rocket Lab juga mengerjakan roket Neutron dengan booster yang dapat dipakai ulang, sementara Stoke Space mengembangkan roket yang sepenuhnya dapat digunakan kembali dan ditargetkan uji coba tahun ini.

Bagikan
Sumber: techcrunch.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks