KALIMANTAN TIMUR — Pasar kartu grafis China kembali diramaikan oleh produk modifikasi ekstrem. Seorang reviewer di Bilibili, Jie Mou, menguji RTX 4080M, sebuah kartu grafis desktop yang menggunakan inti GPU dari laptop RTX 4080. Produk ini muncul setelah larangan ekspor chip kelas atas ke China oleh pemerintahan Trump, memaksa pedagang lokal mencari alternatif dari komponen bekas.
Jie Mou membeli unit ini seharga 2.000 yuan (sekitar Rp 4,7 juta) namun mencatat harganya kini melonjak ke 2.700–2.800 yuan (sekitar Rp 6,3–6,6 juta) akibat krisis komponen. Pada kisaran harga tersebut, kartu ini bersaing langsung dengan AMD RX 9070 GRE atau Nvidia RTX 5060 Ti yang baru dan bergaransi.
Performa di Benchmark dan Gim
Dalam pengujian 3DMark TimeSpy, RTX 4080M mencatat skor 18.600 poin—angka yang lumayan namun kurang impresif untuk banderolnya. Seorang pengguna di kolom komentar bahkan melaporkan skor 19.500 poin. Selama pengujian, konsumsi daya hanya 100W, jauh di bawah spesifikasi TGP mobile 175W yang seharusnya bisa dicapai. Diduga, BIOS kustom atau driver komunitas menjadi faktor pembatas.
Saat dibandingkan dengan RX 9070 GRE, hasilnya beragam. PUBG menjadi satu-satunya gim di mana RTX 4080M unggul telak, dengan selisih 100 FPS pada resolusi 1440p pengaturan Ultra. Di Delta Force 4K Ultra, kartu ini unggul tipis 10 FPS. Namun, di gim AAA lainnya, RX 9070 GRE mendominasi:
- Forza Horizon 5 (4K, High): 84 FPS vs 107 FPS (selisih -21,5%)
- Cyberpunk 2077 (4K, High): 49 FPS vs 76 FPS (selisih -35,5%)
- Shadow of the Tomb Raider (2K, Low): 268 FPS vs 274 FPS (selisih -2,2%)
Keunggulan Konsumsi Daya untuk SFF
Meski performanya mengecewakan, konsumsi daya 100W menjadi nilai jual unik. Untuk penggemar small form factor (SFF) yang membangun PC mini-ITX dengan keterbatasan termal, RTX 4080M bisa menjadi pilihan menarik. Daya rendah ini juga membuka peluang untuk merakit Steam Machine DIY yang lebih murah dari produk Valve, dengan performa yang lebih baik.
Selain itu, driver komunitas yang mudah diinstal dan dukungan fitur upscaling Nvidia (DLSS) menambah nilai lebih. Namun, tanpa garansi dan dengan potensi masalah stabilitas, produk ini hanya cocok untuk pengguna yang benar-benar paham risikonya.
Kesimpulan
RTX 4080M bukan pembelian yang masuk akal di harga saat ini, terutama jika dibandingkan dengan kartu grafis resmi seharga Rp 6 jutaan. Namun, untuk proyek PC gaming kecil dengan konsumsi daya rendah, kartu ini bisa menjadi solusi MacGyver yang layak dipertimbangkan. Di pasar Indonesia, produk serupa belum beredar luas, tetapi tren ini patut diwaspadai oleh pembeli yang mencari GPU murah.