BALIKPAPAN — Aktivitas logistik udara di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan menunjukkan tren positif pada paruh pertama tahun ini. Manajemen bandara melaporkan volume pengiriman kargo mencapai 23.846.937 kilogram sepanjang Semester I 2026.
Selain kargo, bandara ini juga mencatat 21.789 pergerakan pesawat udara dan melayani 2.392.873 pergerakan penumpang dalam periode yang sama. Angka tersebut menjadi indikator tingginya aktivitas distribusi barang dan mobilitas masyarakat melalui jalur udara di Kalimantan Timur.
General Manager Bandara SAMS Sepinggan, R. Iwan Winaya Mahdar, menilai capaian itu mencerminkan mobilitas masyarakat yang terus terjaga. “Pencapaian kinerja operasional di Semester I tahun 2026 ini menunjukkan tren mobilitas masyarakat yang terus terjaga dengan baik, khususnya melalui konektivitas udara di Kalimantan Timur,” ujar Iwan, Jumat 10 Juli 2026.
Peran Strategis Balikpapan sebagai Gerbang IKN
Menurut Iwan, peningkatan arus penumpang dan barang tidak lepas dari posisi strategis Kota Balikpapan sebagai beranda utama Ibu Kota Nusantara. Kondisi ini memicu tingginya intensitas perjalanan dinas, bisnis, maupun wisata ke wilayah tersebut.
Angkasa Pura Indonesia, lanjutnya, terus mengarahkan fokus pada peningkatan kualitas layanan seiring bertambahnya volume operasional. Optimalisasi fasilitas bandara, pelayanan terminal, hingga kesiapan personel operasional dan keamanan diperkuat untuk menjaga kenyamanan pengguna jasa.
Komitmen Jaga Keselamatan dan Pemeliharaan Fasilitas
Manajemen bandara juga menjalankan pemeliharaan fasilitas secara berkala. Berbagai program keselamatan dan kesehatan kerja (K3) diterapkan secara ketat untuk memastikan seluruh aktivitas penerbangan sesuai standar regulasi nasional maupun internasional.
Iwan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam operasional penerbangan, mulai dari instansi komunitas bandara, maskapai penerbangan, hingga perusahaan ground handling. “Ke depan, kami optimis tren positif ini akan terus berlanjut hingga akhir tahun,” kata Iwan.
Kinerja Semester I 2026 disebutnya menjadi gambaran peran strategis Bandara SAMS Sepinggan sebagai salah satu simpul transportasi udara utama di Kalimantan Timur yang mendukung pergerakan penumpang, penerbangan, dan distribusi logistik menuju berbagai daerah di Indonesia.