Investasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo Capai Rp 3.932 Triliun, Serap 5,4 Juta Pekerja

Penulis: Uki Damayanti  •  Rabu, 21 Oktober 2026 | 11:06:31 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan capaian realisasi investasi dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebesar Rp 3.932 triliun dalam Rakernas KEK di Jakarta Pusat, Rabu

KALIMANTAN TIMUR — Realisasi investasi selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menembus Rp 3.932 triliun dan menyerap 5,4 juta tenaga kerja. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut capaian itu diraih di tengah tekanan global yang memburuk. Sepanjang Januari–September 2026 saja, investasi yang masuk Rp 1.539,2 triliun dengan serapan 2,1 juta pekerja.

Airlangga memaparkan angka tersebut dalam rapat kerja nasional (Rakernas) Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Gedung AA Maramis, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2026). Menurutnya, realisasi dua tahun itu dihitung secara keseluruhan, bukan hanya dari proyek yang masuk lewat skema KEK.

"Dalam dua tahun pemerintahan ini total investasi sudah mencapai Rp 3.932 triliun dan penyerapan tenaga kerja 5,4 juta. Ini secara keseluruhan," ujar Airlangga dalam forum tersebut.

Tekanan Suku Bunga AS dan Perang Jadi Latar Capaian

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menyebut arus investasi masuk di tengah ketidakpastian global yang kian mencekam. Suku bunga Amerika Serikat diprediksi bertahan lebih lama atau higher for longer.

Konflik di Timur Tengah juga belum menunjukkan tanda selesai. Airlangga bahkan memperkirakan perang di kawasan itu bisa berlangsung hingga tahun depan.

KEK Dipakai sebagai Instrumen Kejar Pertumbuhan 8%

Pemerintah mengandalkan kawasan ekonomi khusus untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 8%. Namun luas KEK Indonesia masih jauh di bawah negara tetangga.

"Kalau kita bandingkan beberapa negara mendorong melalui kawasan ekonomi khusus seperti Vietnam dan Malaysia. Mereka sudah punya kawasan ekonomi khusus dengan luasan 1,8 juta (hektare) sampai 2 juta (hektare) sedangkan kita masih 24 ribu (hektare)," kata Airlangga.

Hingga kini Indonesia memiliki 25 KEK yang tersebar di berbagai wilayah. Sebanyak 7 KEK berada di Pulau Jawa dan 18 KEK di luar Pulau Jawa.

Rincian sektornya: 13 KEK industri, 6 KEK pariwisata, 2 KEK kesehatan, 1 KEK digital, 2 KEK teknologi, dan 1 KEK jasa lainnya.

Realisasi Investasi di Seluruh KEK Rp 382,1 Triliun

Secara kumulatif sejak KEK dibentuk, realisasi investasi di kawasan tersebut mencapai Rp 382,1 triliun. Serapan tenaga kerjanya 302 ribu orang dari total 509 badan usaha yang beroperasi.

Khusus periode Januari–September 2026, KEK menarik investasi Rp 46 triliun dan menambah 53 ribu tenaga kerja. Angka itu menjadi kontribusi terbaru kawasan ekonomi khusus terhadap total investasi nasional.

"Per Januari hingga September telah berhasil direalisasikan investasi sebesar Rp 46 triliun dan penambahan 53 ribu tenaga kerja," ucap Airlangga.

Apa Artinya bagi Pelaku Usaha dan Investor

Bagi investor, angka Rp 3.932 triliun menjadi sinyal bahwa arus modal tetap berjalan meski biaya dana global mahal. Namun porsi KEK masih kecil, sekitar Rp 382,1 triliun atau belum sepuluh persen dari total realisasi dua tahun.

Kesenjangan luas lahan menjadi pekerjaan rumah berikutnya. Dengan 24 ribu hektare, Indonesia butuh lompatan kebijakan agar mampu bersaing dengan Vietnam dan Malaysia yang sudah menyiapkan 1,8–2 juta hektare.

Pelaku usaha di sektor industri, pariwisata, kesehatan, dan teknologi digital punya ruang masuk lewat 25 KEK yang sudah beroperasi. Insentif fiskal dan kemudahan perizinan di kawasan itu menjadi daya tarik utama di tengah suku bunga tinggi.

Reporter: Uki Damayanti
Sumber: finance.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top