Wagub Kaltim Dorong Santri Samarinda Kuasai Teknologi Tanpa Tinggalkan Akhlak

Penulis: Yanuar Fahrezi  •  Rabu, 21 Oktober 2026 | 11:01:31 WIB
Wagub Kaltim Saefuddin Zuhri menyampaikan sambutan dalam acara yang dihadiri para santri di Samarinda.

SAMARINDA — Saefuddin Zuhri menilai kemajuan teknologi memberi peluang besar bagi generasi muda untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan kemampuan. Namun, kemudahan akses informasi mesti diimbangi kemampuan berpikir kritis serta keteguhan menjaga nilai moral. Menurutnya, perpaduan nilai keagamaan dan kecakapan menghadapi perubahan zaman menjadi modal penting menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045.

Ilmu Baru Bermakna Jika Terwujud dalam Perilaku

Dalam sambutannya, Saefuddin menekankan keberhasilan pendidikan tidak semata-mata diukur dari ijazah, prestasi akademik, maupun penghargaan. Kualitas seseorang, katanya, juga tercermin lewat kejujuran, kesantunan, tanggung jawab, serta penghormatan kepada orang tua dan guru.

"Santri harus mampu membuktikan bahwa nilai-nilai agama bukan hanya dipahami dan dihafalkan, tetapi juga diwujudkan dalam perilaku, cara berpikir, dan kontribusi bagi lingkungan. Di situlah ilmu menemukan maknanya," ujarnya.

Karena itu, Saefuddin mengingatkan peringatan Hari Santri jangan berhenti sebagai agenda tahunan. Momentum ini, menurutnya, harus menjadi dorongan membentuk generasi yang kuat secara spiritual, matang dalam berpikir, dan konsisten dalam pengabdian.

Tiga Pesan untuk Santri Samarinda

Di hadapan para santri, Saefuddin menitipkan tiga pesan utama. Pertama, menjadikan ibadah dan akhlak sebagai fondasi kehidupan, termasuk saat menghadapi perbedaan pendapat, keberhasilan, maupun kegagalan.

Kedua, menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh dan berani memiliki cita-cita besar. Latar belakang pendidikan pesantren, tegasnya, bukan batas untuk berkembang, melainkan modal melangkah lebih jauh dengan tetap menjunjung kejujuran, kesederhanaan, dan penghormatan terhadap ilmu.

Pesan ketiga, memanfaatkan teknologi secara bijak dan produktif. Santri diharapkan tidak sekadar menjadi pengguna, tetapi mampu memakai teknologi untuk memperluas wawasan, mengembangkan keterampilan, menguasai bahasa, menghasilkan karya, serta menyebarkan informasi yang mendidik.

"Jangan sampai kemajuan teknologi membuat kita kehilangan arah. Gunakan teknologi untuk menambah pengetahuan, mengasah kemampuan, dan menghadirkan manfaat. Santri harus siap menghadapi perubahan tanpa meninggalkan prinsip dan akhlak," tegasnya.

Apresiasi untuk Pendidikan Islam Berwawasan Global

Saefuddin juga mengapresiasi komitmen Yayasan Masjid Raya Darussalam Samarinda dan MDIBS dalam mengembangkan pendidikan Islam berwawasan global. Ia berharap pesantren dan lembaga pendidikan Islam mampu melahirkan generasi berdaya saing, terbuka terhadap perkembangan dunia, sekaligus tetap berpegang pada nilai keislaman dan keindonesiaan.

Penguasaan ilmu agama, menurutnya, perlu berjalan beriringan dengan kemampuan menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ia turut mengajak para santri menjadikan Al-Qur'an dan As-Sunnah sebagai pedoman hidup serta menjaga adab terhadap orang tua, guru, ustaz, dan sesama.

Kecerdasan dan keterampilan, lanjut Saefuddin, akan semakin bermakna apabila disertai kerendahan hati, toleransi, dan kesediaan untuk mengabdi.

"Jadilah generasi yang tidak hanya membanggakan keluarga dan almamater, tetapi juga mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat. Samarinda dan Indonesia membutuhkan santri yang berilmu, berakhlak, terbuka terhadap kemajuan, serta siap bekerja nyata," pungkasnya.

Reporter: Yanuar Fahrezi
Sumber: insitekaltim.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top