KALIMANTAN TIMUR — Oraimo meluncurkan TWS Spacebuds 2 di Jakarta dengan Hybrid ANC 52 dB, Bluetooth 6.0, dan daya tahan hingga 45 jam bersama charging case. Perangkat ini menjadi penerus Spacebuds generasi pertama yang sudah lebih dulu masuk pasar Indonesia. Fitur AI Translation dan Smart Case Control jadi pembeda di segmen TWS premium lokal.
Oraimo Spacebuds 2 membawa dynamic driver 11 mm sebagai jantung kualitas suara, dipadukan sound tuning HavyBass yang diklaim memperkuat nada rendah. Earbud ini mendukung Sound360 Spatial Audio untuk pengalaman mendengar yang lebih imersif. Konektivitasnya sudah memakai Bluetooth 6.0, standar terbaru yang menawarkan efisiensi daya lebih baik dibanding generasi sebelumnya.
Klaim daya tahan menjadi nilai jual utama. Satu kali pengisian penuh disebut mampu menemani pengguna hingga 11,5 jam tanpa ANC, atau sekitar 9 jam saat ANC aktif. Dengan charging case, total pemakaian bisa mencapai 45 jam tanpa ANC.
Kapasitas case tersebut berarti mampu mengisi ulang kedua earbud sekitar tiga hingga empat kali. Bobot sepasang earbud sekitar 10 gram, sementara case-nya 49 gram, sehingga total 59 gram. Untuk perlindungan, earbud mengantongi rating IP55 yang membuatnya tahan terhadap keringat dan cipratan air, meski case tidak memiliki rating serupa.
Case Spacebuds 2 memakai bentuk dasar lingkaran dengan penutup model slider. Mekanisme ini membuat pengguna perlu melihat langsung ke arah case saat membukanya. Di bagian dalam, terdapat sistem lighting melingkar yang berfungsi sekaligus sebagai indikator daya, dengan beberapa efek warna yang bisa disesuaikan lewat Personalized Lighting Effect.
Sebuah tombol di sisi kanan case mengaktifkan Smart Case Control, sementara port USB-C ditempatkan di sisi belakang. Earbud sendiri mempertahankan desain bertangkai dengan logo Oraimo di bagian luar, area touch gesture, penanda kiri-kanan di samping tangkai, dan satu mikrofon di ujung bawah.
Oraimo menyematkan sejumlah fitur berbasis AI, termasuk AI Translation dan AI Clear Calling untuk memperjernih suara saat panggilan. Ada pula AI Voice Prompt yang memberi notifikasi suara pada momen tertentu. Fitur-fitur ini melengkapi paket TWS yang diposisikan sebagai perangkat premium di kelasnya.
Klaim kualitas audio Spacebuds 2 turut mendapat penguatan dari Audio Engineer pemenang Grammy Awards, Jesse Ray Ernster, yang merekomendasikan perangkat ini. Rekomendasi tersebut menjadi sinyal bahwa Oraimo ingin bersaing di segmen audio serius, bukan sekadar TWS hiburan.
Paket penjualan mencakup sepasang earbud, charging case, tiga pasang eartip ukuran S, M, dan L, kabel USB-A to C, serta welcome guide. Eartip ukuran M sudah terpasang langsung saat perangkat dibuka dari kotak.
Tersedia tiga pilihan warna: Megenta, Lavanda, dan Space Grey. Kombinasi warna cerah dan netral ini menyasar pengguna muda yang mempertimbangkan aspek gaya, bukan hanya spesifikasi teknis.
Oraimo sudah beberapa tahun beroperasi di Indonesia dan rutin menghadirkan produk audio, termasuk TWS. Peluncuran Spacebuds 2 di Jakarta menandai langkah mereka memperbarui lini Spacebuds yang sebelumnya sudah lebih dulu dijual di pasar lokal.
Persaingan TWS di Indonesia kini diisi merek lokal maupun global dengan rentang harga lebar. Keunggulan baterai 45 jam, ANC 52 dB, dan Bluetooth 6.0 menjadi modal Oraimo untuk bersaing di lapisan menengah atas, terutama bagi pengguna yang memakai earbud sepanjang hari untuk kerja maupun olahraga.