Pekan Raya Expo Kutim 2026 Tutup dengan Transaksi Rp4,24 Miliar, Wabub Sebut Potensi Laba UMKM Rp1,06 Miliar

Penulis: Valdi Pratama  •  Selasa, 20 Oktober 2026 | 06:02:01 WIB
Wakil Bupati Kutai Timur Mahyunadi menutup Pekan Raya Expo Kutim 2026 di Alun-Alun Bukit Pelangi, Minggu (18/10/2026).

SANGATTA — Angka transaksi Rp4.245.900.000 itu dihimpun panitia dari peserta pameran yang didominasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Capaian tersebut disebut sebagai salah satu indikator aktivitas ekonomi lokal selama pameran berlangsung sepekan di Alun-Alun Bukit Pelangi.

Wakil Bupati Kutai Timur Mahyunadi menutup kegiatan tersebut pada Minggu (18/10/2026) malam. Ia menyebut expo berfungsi sebagai ruang pertemuan pemerintah, pelaku usaha, mitra pembangunan, dan masyarakat untuk membuka peluang kerja sama ekonomi.

Potensi Laba UMKM Rp1,06 Miliar dari Margin 25 Persen

Mahyunadi menghitung, bila keuntungan pelaku usaha mencapai 25 persen dari total transaksi, potensi laba yang dihasilkan sekitar Rp1,06 miliar. Ia menegaskan besaran keuntungan riil tetap bergantung pada biaya produksi, operasional, dan margin masing-masing pelaku UMKM.

"Kegiatan ini menjadi sarana mempertemukan pemerintah, pelaku dunia usaha, mitra pembangunan, dan masyarakat untuk membangun peluang kerja sama yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi daerah," ujar Mahyunadi.

Menurutnya, nilai transaksi yang dihimpun panitia hingga hari penutupan menunjukkan potensi kegiatan promosi dan pemasaran dalam memperluas pasar produk lokal. Produk yang telah diperkenalkan kepada masyarakat diharapkan dapat dikembangkan untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Jaringan Bisnis dan Peluang Investasi Perlu Ditindaklanjuti

Mahyunadi berharap manfaat kegiatan berlanjut setelah expo berakhir. Jaringan bisnis, peluang investasi, dan kerja sama yang terbentuk selama pameran perlu ditindaklanjuti menjadi aktivitas ekonomi produktif dan berkelanjutan.

Ia menegaskan keberhasilan pembangunan daerah tidak cukup diukur melalui peningkatan investasi dan aktivitas ekonomi. Pembangunan juga harus tercermin dari peningkatan kesejahteraan masyarakat, terbukanya lapangan kerja, berkembangnya usaha lokal, serta membaiknya kualitas hidup warga.

"Ini menjadi bagian dari upaya kita untuk mewujudkan pembangunan Kutai Timur yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing. Dan kunci dari semua itu adalah kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat," ucap Mahyunadi.

Penguatan Kemandirian Ekonomi Lewat Potensi Lokal

Penguatan kemandirian ekonomi daerah, lanjut Mahyunadi, memerlukan optimalisasi potensi lokal, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan sektor usaha yang beragam. Daya saing juga perlu ditopang kualitas produk dan layanan serta kemampuan pelaku usaha menembus pasar regional, nasional, hingga internasional.

"Peningkatan kualitas pelayanan publik, pengembangan UMKM, kebijakan yang tepat, serta kepedulian terhadap lingkungan harus terus menjadi bagian dari agenda pembangunan Kutai Timur," katanya.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kutai Timur Novian Pranata menyebut penutupan expo sebagai momentum mengevaluasi hasil penyelenggaraan sekaligus memperkuat komitmen pengembangan potensi daerah. Nilai transaksi yang terhimpun, keterlibatan pelaku UMKM, dan tingginya antusiasme masyarakat memperlihatkan pameran dapat menjadi salah satu penggerak aktivitas ekonomi lokal.

Pemkab Kutai Timur berharap kegiatan serupa terus mendukung promosi produk daerah, memperluas jaringan usaha, dan memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, serta masyarakat.

Reporter: Valdi Pratama
Sumber: tebarberita.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top