SAMARINDA — Kepala DP3A Kaltim Syarifah Alawiyah menyatakan pihaknya terus berkoordinasi aktif dengan Dinas Kesehatan Samarinda guna memverifikasi data faktual insiden di Palaran. Penanganan dampak asap dilakukan secara kolaboratif bersama Dinas Kesehatan, BPBD, hingga pemerintah kabupaten/kota.
Koordinasi lintas instansi diperkuat agar hak perlindungan anak tetap terpenuhi di tengah kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Kaltim. Pengawasan dilakukan secara intensif, terutama pada kelompok rentan.
Insiden di Palaran terjadi pada 15 Oktober 2026. Pemprov Kaltim langsung menurunkan perhatian untuk menelusuri kebenaran data medis bersama otoritas kesehatan setempat.
Langkah terpadu ini menjadi bahan evaluasi untuk menjamin kelompok rentan memperoleh penanganan kesehatan yang optimal. Hingga kini, penyebab pasti kematian balita tersebut belum dipastikan menunggu hasil verifikasi.
"Terkait kabar kasus meninggalnya balita di Palaran, Samarinda, pada 15 Oktober 2026, yang dikaitkan dengan asap karhutla, kami terus berkoordinasi aktif dengan Dinas Kesehatan Samarinda guna memverifikasi data faktual di lapangan," ungkap Syarifah di Samarinda, Senin (19/10/2026).
Kewaspadaan kian mendesak menyusul tingginya lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut di Kalimantan Timur. Sepanjang Januari hingga 16 Oktober 2026, tercatat 326.999 kasus ISPA di 10 kabupaten dan kota.
Lebih dari 61 persen kasus disumbang tiga wilayah utama. Kota Balikpapan mencatat 91.895 kasus, Kota Samarinda 65.982 kasus, dan Kabupaten Kutai Kartanegara 42.565 kasus.
Sebaran tingkat menengah meliputi Kabupaten Paser 32.176 kasus, Kutai Timur 30.070 kasus, dan Berau 26.721 kasus. Empat daerah lain lebih rendah: Penajam Paser Utara 14.307 kasus, Kutai Barat 10.822 kasus, Kota Bontang 10.549 kasus, dan Mahakam Ulu 1.912 kasus.
DP3A Kaltim gencar mengedukasi masyarakat melalui media sosial terkait protokol kesehatan. Ruang komunikasi dibuka agar kebutuhan riil warga dapat terpetakan, termasuk penyediaan ruang beroksigen.
"Secara berkala kami mengimbau orang tua memakaikan masker pada anak saat beraktivitas di luar ruangan demi meminimalkan risiko penyakit pernapasan," tegas Syarifah.
Pemprov Kaltim memastikan seluruh jajaran dinas teknis siaga memberikan pertolongan pertama. Fokusnya melindungi generasi penerus dari dampak paparan asap yang masih berlangsung.