SAMARINDA — Penghargaan Gubernur Pendukung Zakat Terbaik diserahkan kepada Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud dan diterima Wakil Gubernur Seno Aji di Jakarta. Ajang BAZNAS Award 2026 menilai dukungan pemerintah daerah dalam memperkuat gerakan zakat serta mendorong optimalisasi pengelolaan zakat untuk kesejahteraan masyarakat.
Seno Aji menyebut pemerintah daerah memiliki komitmen untuk terus mendukung upaya BAZNAS dalam mengoptimalkan penghimpunan dan pendayagunaan zakat. Dukungan itu diwujudkan melalui sejumlah langkah, mulai dari memberikan masukan hingga mendorong sosialisasi kepada masyarakat.
Pemprov Kaltim juga mengajak aparatur sipil negara menunaikan zakat melalui BAZNAS. "Sebagai kepala daerah, kami tentu memberikan upaya dukungan dan masukan, termasuk melalui edaran kepada masyarakat dan seluruh ASN agar menunaikan zakat melalui BAZNAS," ujar Seno Aji.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan BAZNAS menjadi bagian penting dalam memperluas kesadaran masyarakat mengenai kewajiban zakat. Sinergi itu juga memastikan dana zakat yang terkumpul dapat memberi manfaat lebih luas.
Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur Ahmad Nabhan menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemprov Kaltim selama ini. Dukungan pemerintah daerah dinilai berperan penting mendorong peningkatan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah.
Semakin optimal penghimpunan dana ZIS, semakin besar pula peluang BAZNAS memperluas jangkauan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. "Dengan semakin meningkatnya pengumpulan zakat, semakin banyak pula masyarakat yang mendapatkan bantuan dan menerima manfaat zakat, terutama di Kalimantan Timur," kata Ahmad Nabhan.
Ia berharap sinergi yang telah terbangun terus diperkuat. Pengelolaan zakat yang optimal diharapkan berkontribusi nyata terhadap pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan warga di Kaltim.
Raihan BAZNAS Award 2026 diharapkan menjadi penyemangat bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi. BAZNAS Kaltim menargetkan ekosistem zakat yang aman syar'i, aman regulasi, dan aman NKRI.
Melalui dukungan pemerintah dan partisipasi masyarakat, gerakan zakat di Kaltim optimistis terus berkembang sebagai instrumen pemberdayaan umat. Penghargaan ini menjadi modal awal, bukan garis akhir, bagi pengelolaan zakat di provinsi tersebut.