KALIMANTAN TIMUR — Hitmaker Studios mengungkap biaya produksi The Doll Ghawiah setara dengan tiga film horor biasa, jauh lebih mahal dari film-film sebelumnya di semesta The Doll. Film kelima dalam waralaba ini menghadirkan boneka Ghawiah dengan desain dan teknologi baru, termasuk kemampuan berbicara. The Doll Ghawiah dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 29 Oktober 2026.
Produser Rocky Soraya menyebut The Doll Ghawiah menelan ongkos produksi yang tidak main-main. Ia memperkirakan biaya pembuatan film ini setara dengan tiga film horor reguler, meski menolak menyebut angka pastinya.
"Soal budget kita enggak bisa spill angkanya pasnya. Tapi bisa bikin berapa film horor? Tigalah ya. Tapi bukan horor Hitmaker, ya," kata Rocky di XXI Plaza Indonesia, Jumat (16/10/2026).
Pernyataan itu disampaikan Rocky saat mempromosikan prekuel dari film pertama The Doll. Proyek ini menjadi entri kelima dalam semesta waralaba tersebut, termasuk Sabrina.
Merancang boneka menjadi pekerjaan paling menantang dalam produksi The Doll Ghawiah. Pada The Doll 3, boneka sudah bisa bergerak dan berbicara, sehingga tim kreatif harus mencari gagasan segar agar waralaba ini tidak terjebak pada pola lama.
Hitmaker sempat vakum beberapa tahun sebelum memutuskan menggarap prekuel dan memunculkan lagi boneka Ghawiah dengan desain serta teknologi baru. Menurut Rocky, jarak sekitar 10 tahun sejak film pertama membuat tim ingin menyegarkan tampilan boneka.
"Karena ini sudah 10 tahun kemudian, kita mau refresh dengan sesuatu yang lebih cute, lebih makes sense, dan pastinya lebih mahal," ucap Rocky.
Kemampuan berbicara pada boneka Ghawiah dipilih karena teknologi 2026 memungkinkan hal itu. Rocky menilai boneka yang hanya duduk diam terasa kurang sinematik di era sekarang, bahkan berisiko membosankan.
Namun, ia sengaja tidak membuat boneka itu berkeliaran seperti di The Doll 3. Rocky juga menolak meniru gaya Chucky, ikon boneka hantu yang dikenal lewat konsep film B-movie.
"Kita enggak mau bikin konsepnya kayak Chucky yang di mana it's a B-movie, kita masih mau bikinnya yang A-movie," ujarnya.
Rocky memuji penampilan Uci yang dinilai membawa karakter ini melampaui sekadar hantu. Menurutnya, akting Uci membuat cerita The Doll Ghawiah terasa lebih emosional.
"Dan dia, Uci meningkatkan cerita ini dari sekadar hantu menjadi sebuah soul yang sakit dan kita bisa merasa dengan aktingnya Uci," ujarnya.
The Doll Ghawiah disutradarai Guntur Soeharjanto dan dibintangi Titi Kamal, Darius Sinathrya, Sara Wijayanto, Aisyah Aqilah, serta Laura Moane. Film ini mulai tayang di bioskop Indonesia pada 29 Oktober 2026 dan direncanakan hadir dalam format IMAX.
Format IMAX menandakan ambisi Hitmaker menaikkan standar produksi horor lokal, sejalan dengan klaim biaya produksi yang jauh di atas rata-rata. Bagi penonton Indonesia, The Doll Ghawiah menjadi ujian apakah waralaba berusia satu dekade ini masih bisa menyegarkan diri di pasar horor yang makin kompetitif.