BALIKPAPAN — Kegiatan bertema "Rawat Budaya, Ekonomi Rakyat Kuat" itu menjadi ruang bertemunya tradisi, kreativitas, dan peluang ekonomi bagi warga Balikpapan. Ratih Kusuma menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan KOPPAD Borneo yang menggagas serta menyukseskan rangkaian acara.
Menurut Ratih, produk kerajinan tradisional, karya seni, hingga potensi budaya lokal punya peluang menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus memperkuat identitas daerah. Pelestarian budaya tidak berhenti pada upaya menjaga warisan leluhur.
Ratih menilai kegiatan semacam ini memperlihatkan bagaimana kearifan lokal mampu menggerakkan perekonomian masyarakat. Dukungan terhadap kreativitas berbasis budaya dinilai perlu terus dilakukan.
"Melalui kegiatan seperti ini, kita melihat bagaimana kearifan lokal mampu menggerakkan perekonomian masyarakat. Kreativitas berbasis budaya harus terus didukung agar produk-produk tradisional memiliki daya saing yang lebih kuat," pesan Ratih dalam sambutan penutupan.
Balikpapan sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) dihuni masyarakat dari beragam latar belakang suku dan budaya. Keragaman itu disebut menjadi modal penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya Kalimantan ke masyarakat luas.
Salah satu bagian yang mendapat perhatian adalah workshop seni pertunjukan dan audisi film Dayak kolosal. Kegiatan itu tidak hanya menjadi wadah mengasah bakat seni warga.
Audisi tersebut juga membuka peluang mendokumentasikan cerita, nilai tradisi, dan sejarah masyarakat Dayak melalui karya audiovisual. Film kolosal bertema budaya Dayak diharapkan memperkenalkan kekayaan budaya Kalimantan kepada generasi muda hingga masyarakat internasional.
Ratih memberi semangat kepada para peserta audisi. Hasil seleksi disebut bukan akhir dari perjalanan berkarya.
Peserta terpilih diharapkan membawa nama baik Kalimantan dan menjadi bagian upaya memperkenalkan budaya daerah. Mereka yang belum terpilih diminta tidak berhenti berkarya dan terus mengembangkan kemampuan.
Rangkaian kegiatan ini menjadi pengingat bahwa menjaga budaya membutuhkan kerja bersama. Pemerintah, komunitas adat, pelaku seni, dunia usaha, dan generasi muda punya peran masing-masing dalam memastikan tradisi tetap hidup.
Pelestarian budaya dinilai tidak cukup lewat kegiatan seremonial. Dibutuhkan pembinaan seniman secara berkelanjutan, pengembangan produk kerajinan, promosi budaya, hingga pembukaan akses pasar yang lebih luas bagi pelaku ekonomi kreatif dan UMKM.
Dengan cara itu, budaya tidak hanya diwariskan antargenerasi, tetapi juga memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat. Penutupan kegiatan diharapkan menjadi momentum memperkuat kolaborasi merawat tradisi sekaligus mengembangkan kreativitas lokal.
Semangat tersebut sejalan dengan visi pembangunan Balikpapan sebagai kota global yang nyaman bagi semua dalam bingkai Madinatul Iman. Budaya harus terus dihidupkan agar nilai leluhur tetap relevan dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.