TANJUNG REDEB — Sales Branch Manager (SBM) Kaltimut III Fuel Pertamina Patra Niaga, Hermawan Bagus, menyatakan penambahan jam operasional dilakukan sebagai respons atas keluhan masyarakat. Layanan 24 jam di tiga SPBU itu mulai diterapkan pada Senin (12/10/2026).
Kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM di wilayah Berau.
Pertamina ingin mengukur efektivitas pelayanan pada malam hari. Tujuannya, mengurangi kepadatan antrean yang selama ini menumpuk pada siang hari.
"Dengan bertambahnya waktu pelayanan, masyarakat memiliki alternatif untuk mengisi BBM di luar jam sibuk," kata Hermawan Bagus.
Ia berharap kebijakan tersebut membantu pekerja yang baru memiliki waktu untuk mengisi bahan bakar pada malam hari, termasuk mereka yang bekerja di sektor pertambangan dan sektor lainnya.
Penambahan jam operasional dinilai tidak cukup jika kapasitas pelayanan di SPBU tidak ikut ditingkatkan. Pertamina mendorong penambahan nozzle atau saluran pengisian BBM jenis Pertalite.
"Upaya ini diutamakan menyasar SPBU yang masih menggunakan satu dispenser untuk melayani kendaraan roda dua dan roda empat sehingga proses pengisian berpotensi memperlambat pergerakan antrean," ujarnya.
Selain itu, pengelola SPBU diminta memperbaiki dispenser maupun nozzle yang rusak. Perbaikan itu diharapkan mengembalikan fasilitas pengisian yang sebelumnya tidak dapat digunakan agar kapasitas pelayanan meningkat.
Peningkatan fasilitas dilakukan di SPBU Sambaliung yang mulai beroperasi sejak awal September 2026. Sebelumnya hanya tersedia masing-masing satu dispenser untuk solar dan Pertalite, kini jumlahnya ditambah menjadi dua dispenser untuk setiap jenis BBM.
Di wilayah pesisir, Pertamina mendorong SPBU di Kecamatan Biduk-Biduk yang belum melayani secara reguler agar mempertimbangkan penambahan tangki penyimpanan BBM nonsubsidi, seperti Pertamax. Langkah itu ditujukan memperluas jangkauan layanan sekaligus memperkuat ketersediaan BBM bagi masyarakat.
Hermawan Bagus menegaskan peningkatan pelayanan SPBU perlu dilakukan melalui sejumlah langkah yang saling mendukung, mulai dari penambahan waktu operasional hingga pembenahan fasilitas pengisian.
Fokus Pertamina, kata dia, adalah memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM sekaligus meningkatkan kapasitas pelayanan SPBU.
"Kami berharap melalui langkah dan upaya ini, distribusi BBM di Kabupaten Berau dapat berjalan lebih lancar dan masyarakat memiliki akses pelayanan pengisian bahan bakar yang lebih luas," tandasnya.
Hasil evaluasi uji coba operasional 24 jam di tiga SPBU tersebut akan menjadi pertimbangan untuk menentukan kebijakan berikutnya, termasuk melihat efektivitas pelayanan malam hari dalam membantu mengurai antrean.