Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Dikritik Usai Sarapan di Hotel Singapura Saat Karhutla dan Kabut Asap Meluas

Penulis: Wendra Kusuma  •  Selasa, 13 Oktober 2026 | 16:01:31 WIB
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud saat berada di meja makan sebuah hotel di Singapura.

SAMARINDA — Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kaltim Ririn Sari Dewi memastikan perjalanan Rudy Mas'ud ke Singapura bukan untuk menonton Formula 1. Pemeriksaan kesehatan dilakukan di Mount Elizabeth Hospital dengan pembiayaan pribadi, bukan dari APBD.

Perjalanan berlangsung pada akhir pekan agar tidak mengganggu kegiatan pemerintahan dan pelayanan publik. Menurut Ririn, keberangkatan tersebut juga telah memperoleh persetujuan lisan dari Menteri Dalam Negeri, sementara permohonan tertulis disampaikan secara paralel karena keberangkatan jatuh pada akhir pekan.

Luas Lahan Terbakar Capai 8.471,98 Hektare

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim mencatat hingga 8 Oktober 2026, luas lahan terbakar di provinsi itu mencapai sekitar 8.471,98 hektare. Pada periode yang sama, kualitas udara PM2.5 berada dalam kategori tidak sehat.

Dampak karhutla tidak berhenti pada lahan yang hangus. Kabut asap mengganggu kesehatan masyarakat dan aktivitas harian warga di sejumlah daerah. Situasi inilah yang membuat perjalanan kepala daerah ke luar negeri menjadi perhatian publik.

Foto Sarapan di Meja Makan Hotel Singapura Beredar

Foto Rudy saat berada di sebuah meja makan di Singapura tersebar luas di media sosial. Warganet mengaitkan keberadaan gubernur di luar negeri dengan kondisi Kaltim yang masih berjibaku menghadapi karhutla dan kabut asap.

Kontroversi muncul ketika persoalan kualitas udara belum sepenuhnya teratasi. Publik mempertanyakan apakah perjalanan tersebut seharusnya dilakukan saat provinsi tengah menghadapi bencana asap.

Alasan Pemeriksaan Kesehatan dan Jadwal Akhir Pekan

Ririn menjelaskan, pemeriksaan kesehatan dijadwalkan pada akhir pekan dengan pertimbangan agar tidak mengganggu kegiatan pemerintahan maupun pelayanan publik. Agenda tersebut, kata dia, sudah direncanakan sebelumnya.

"Benar, bapak medical check-up di Singapura. Biaya pakai dana pribadi, bukan APBD," kata Ririn, sebagaimana dikutip SuaraKaltim, Senin (12/10/2026).

Pemerintah Provinsi Kaltim belum merilis pernyataan resmi tambahan terkait sorotan publik atas perjalanan tersebut. Warga berharap penanganan karhutla dan pemulihan kualitas udara menjadi prioritas utama di tengah situasi darurat asap yang masih berlangsung.

Reporter: Wendra Kusuma
Sumber: intrik.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top