Bulog Samarinda Serap 18.422 Ton Gabah Beras Lokal, Capai 72,75 Persen Target Kaltim

Penulis: Valdi Pratama  •  Senin, 12 Oktober 2026 | 10:49:32 WIB
Bulog Samarinda merealisasikan pengadaan gabah beras lokal sebanyak 18.422 ton atau 72,75 persen dari target wilayah kerja.

Perum Bulog Kantor Cabang Samarinda merealisasikan pengadaan gabah beras lokal sebanyak 18.422 ton, setara 72,75 persen dari target wilayah kerja yang mencakup enam kabupaten dan kota di Kalimantan Timur. Pimpinan Cabang Perum Bulog Samarinda Adi Yanuar menyatakan penyerapan masih berjalan untuk mengejar sisa target hingga 25,22 ton. Pengadaan diarahkan memperkuat Cadangan Beras Pemerintah dan mendukung agenda swasembada pangan nasional.

SAMARINDA — Realisasi pengadaan gabah beras lokal di wilayah kerja Perum Bulog Kantor Cabang Samarinda sudah menembus 18.422 ton. Angka itu setara dengan sekitar 72,75 persen dari total target daerah yang ditetapkan untuk tahun berjalan.

Pimpinan Cabang Perum Bulog Samarinda Adi Yanuar menyebut penyerapan bahan pangan pokok lokal terus dilakukan hingga target keseluruhan wilayah kerja tercapai. Menurut dia, sisa yang belum terealisasi adalah 25,22 ton.

"Capaian penyerapan gabah beras sebanyak 18.422 ton tersebut setara dengan sekitar 72,75 persen dari total target daerah," kata Adi Yanuar di Samarinda, Minggu.

Enam Kabupaten dan Kota Jadi Wilayah Penyerapan

Cakupan operasional Bulog Samarinda membawahi Kota Samarinda, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Kutai Barat, Kota Bontang, hingga Mahakam Ulu. Keenam wilayah itu menjadi basis penyerapan gabah dari petani lokal.

"Cakupan distribusi dan penyerapan kami meliputi Kota Samarinda, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Kutai Barat, Kota Bontang, hingga Mahakam Ulu," tutur Adi.

Penyerapan gabah secara masif ditujukan memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan nasional yang berkelanjutan.

Kontribusi Kaltim ke Rekor Nasional 4,11 Juta Ton

Penyerapan beras daerah Kaltim turut menyumbang pencapaian kinerja Perum Bulog secara nasional. Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan pihaknya mencatat rekor pengadaan beras dalam negeri.

"Secara nasional Perum Bulog mencatat rekor sejarah baru dengan realisasi pengadaan beras dalam negeri menembus angka 4,11 juta ton," kata Ahmad Rizal Ramdhani.

Realisasi nasional itu melampaui target awal pemerintah sebesar empat juta ton, atau setara 102,88 persen. Capaian tersebut menjadi penanda serapan gabah dari petani dalam negeri berjalan di atas proyeksi.

SPHP dan Bantuan Pangan untuk Tekan Inflasi Beras

Selain memacu penyerapan gabah, Bulog Samarinda menyalurkan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) langsung ke masyarakat. Penyaluran beras SPHP dan bantuan pangan beras dijalankan intensif untuk mengintervensi laju inflasi harga beras di daerah.

Adi menyebut arahan Presiden Republik Indonesia menjadi dasar pelaksanaan penyerapan beras lokal di wilayah kerjanya. Fokusnya menjaga stabilitas pangan di tingkat daerah hingga nasional.

"Realisasi penyerapan beras yang signifikan ini dilaksanakan sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia dalam menjaga stabilitas pangan," ujar Adi Yanuar.

Dengan sisa target yang belum terpenuhi, Bulog Samarinda melanjutkan pengadaan gabah dari petani di enam wilayah operasionalnya. Penyerapan berjalan beriringan dengan penyaluran beras SPHP ke masyarakat.

Reporter: Valdi Pratama
Sumber: kaltim.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top